Rabu, 09 Juli 2014

Tips Cara Memilih Jilbab Sesuai Bentuk Wajah

Memilih Jilbab Untuk Wajah Bulat
Pemilik wajah bulat harus cermat dan tepat memilih jenis jilbab yang akan dikenakan, karena jika salah pilih jilbab jadinya wajah Anda akan terlihat kembung dan gemuk. Untuk Anda yang memiliki wajah bulat, siasati jilbab dengan undercaps (Topi) yang mudah ditemukan di pasaran biasanya jilbab instan / langsungan sudah dilengkapi topi. Ekor kuda rambut Anda jika panjang, kemudian gunakan undercaps, jangan dicepol atau dikonde karena akan memberikan kesan kepala Anda bulat. Ikat jilbab, kemudian di bagian pipi bisa ditarik sampai separuh bagian pipi tertutup. Pastikan juga Anda kerasa nyaman dan tidak sesak ya. Berikutnya Anda bisa memasukkan sisa jilbab atau menghiasnya dengan bros. Rekomendasi pemakai jilbab bagi yang berwajah bulat adalah : Jilbab Langsungan / Instan atau bisa diganti dengan memakai dalaman yang bertopi jika memakai jilbab segitiga atau jilbab panjang.
Bentuk Wajah Lonjong atau Panjang
Untuk Anda yang berwajah lonjong atau panjang, Turkish style adalah yang paling pas dikenakan, karena akan memberikan kesan penuh dan lebih padat bagi wajah yang panjang. Anda boleh menggelung rambut Anda agar bentuk kepala Anda lebih bagus dan seimbang dengan wajah. Rekomendasi Jilbab :  Jilbab segitiga dengan dalaman (Ciput) bercepol / konde.
Bentuk Wajah Persegi
Untuk Anda yang berwajah persegi sebaiknya gunakan jilbab rounded shape yang akan membingkai wajah menjadi lebih lembut dan menghilangkan garis-garis tajamnya. Hindari menggunakan warna-warna keras dan menyolok. Gunakan warna soft atau layer sehingga wajah terlihat lebih full. Rekomendasi Jilbab : Jilbab Paris atau Jilbab Segi Empat dengan dalaman biasa tanpa cepol / konde
Bentuk Wajah Oval
Bagi Anda yang berwajah oval, Anda bebas menggunakan berbagai macam style jilbab. Tinggal Anda padukan saja mana yang pas dengan warna kulit dan baju Anda. Sekejap Anda akan menjadi lebih anggun dan manis.

Sumber : http://www.jilbabku.web.id/tentang-kami/tips-memilih-jilbab-sesuai-bentuk-wajah/

TIPS DAN TRIK MAKE UP UNTUK WANITA BERHIJAB ....

1. Wajah
Gunakanlah alas bedak cair secara merata. Atau Anda juga bisa menggunakan BB Cream yang saat ini banyak di pasaran dan bisa membuat efek kulit glowing. Aplikasikan concealer di bawah mata untuk memberikan kesan cerah pada wajah. Beri shading warna gelap di daerah tulang hidung bawah tulang pipi dan sedikit di bawah dagu, ratakan dengan spons. Pulaskan bedak tabur untuk hasil natural.
2. Mata
Ulaskan eye shadow warna silver muda pada kelopak mata. Baurkan sedikit eyeshadow warna ungu tua di sudut luar mata. Berikan eyeliner warna hitam untuk mempertegas mata. Eyeliner gel bisa memberikan efek mata yang lebih jelas dan rapi.
3. Bibir
Gunakan lipbalm tipis bila Anda merasa bibir terlalu kering. Pulaskan lipstik yang tidak matte namun juga tidak terlalu glossy warna soft pink atau warna soft lainnya seperti nude. Karena mata Anda sudah cukup menonjol dengan riasan tersebut, jadi bibir Anda hanya perlu tampilan alami.
4. Pipi
Gunakan warna natural sesuai kulit seperti warna pink dan tidak perlu terlalu tebal. Menggunakan blush on akan membuat Anda nampak segar dan cerah. 
5. Alis
Bila Anda memiliki alis yang tebal dan kurang rapi, Anda bisa merapikannya. Tidak perlu menggunakan pensil alis bila alis Anda bervolume. Sedangkan bagi yang memiliki alis tipis, bentuk alis Anda sengan pensil alis warna hitam atau kecoklatan.

SUMBER :http://www.vemale.com/body-and-mind/cantik/17870-tips-make-up-sehari-hari-untuk-wanita-berjilbab.html

CARA MENCEGAH DEHIDRASI !

Beberapa jenis makanan yang bisa menjaga hidrasi adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Huffington Post, Senin (15/7/2013).

1. Timun
Timun mengandung 95 persen air, sehingga beberapa potong timun punya manfaat yang sama seperti minum segelas air. Selian itu, timun juga memberikan asupan serat dan vitamin C, kurang lebih 6 persen dari kebutuhan harian.

2. Salad hijau
Selain terdiri dari 90 persen air, salad hijau juga hanya mengandung kurang dari 15 kalori dalam setiap 2 mangkuk. Kandungan lain yang bermanfaat adalah folat, vitamin c, serat dan antioksidan betakaroten. Kandungan tersebut bagus untuk menjaga kesehatan mata dan kulit.

3. Stroberi
Kandungan air dalam buah stroberi mencapai 91 persen, sangat membantu untuk menjaga kecukupan cairan. Selain itu, buah berwarna merah ini juga mengandung vitamin C dan B yang bisa membantu pertumbuhan sel-sel baru.

4. Semangka
Sesuai namanya, buah yang dalam Bahasa Inggris disebut Watermelon ini terdiri dari 92 persen air. Selain juga mengandung vitamin C, semangka khususnya yang merah mengandung lycopene. Kandungan tersebut memiliki efek antioksidan yang bisa mencegah kanker maupun penyakit jantung.

5. Yoghurt
Plain-yoghurt mengandung kurang lebih 85-88 persen air. Kandungan tersebut bisa bervariasi tergantung jenis yoghurt yang dikonsumsi. Yang jelas, makanan ini juga memnberi asupan kalsium, vitamin B-12 atau riboflavin dan tentu saja probiotik.

6. Pepaya
Terdiri dari 88 persen air, pepaya sangat membantu untuk menjaga kecukupan cairan tubuh. Ukuran satu gelas juga memberikan 3 gram serat dengan hanya 55 kalori.
 (up/vit)
 
sumber:health.detik.com

Jumat, 13 Juni 2014

PROPOSAL

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Di Indonesia, pemanfaatan teknologi untuk penyebaran informasi dan mencari lokasi Rumah Sakit masih terhitung sangat terbatas. Pencarian lokasi rumah sakit tersebut akan menjadi lebih mudah dengan adanya bantuan internet. Dengan memanfaatkan LBS pada android, aplikasi pencarian Rumah Sakit pada smartphone berbasis android dapat memudahkan untuk mencari lokasi Rumah Sakit di wilayah tertentu
Smartphone adalah suatu elektronik berbasis mobile yang digunakan untuk komunikasi dan mencari suatu informasi. Salah satu perkembangan Smartphone saat ini yaitu Android. Android merupakan sistem operasi yang berbasis Linux untuk perangkat seluler layar sentuh open source yang bisa digunakan secara terbuka dan juga mendukung pembuatan suatu aplikasi.
Salah satu pembuatan aplikasi pada android adalah aplikasi yang memanfaatkan Location Besed Service. Location Besed Service atau biasa disingkat LBS adalah suatu kemampuan untuk mencari geografis dari mobile device dan menyediakan layanan lokasi yang diperoleh.
Dengan banyaknya pengguna smartphone berbasis android di kalangan masyarakat, maka dibuatlah aplikasi yang bertujuan agar mempermudah masyarakat dalam mencari lokasi Rumah Sakit dan menghemat waktu.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulisan ilmiah ini akan difokuskan pada “APLIKASI LOCATION BASED SERVICE (LBS) RUMAH SAKIT UNTUK WILAYAH DEPOK MENGGUNAKAN ANDROID” dimana aplikasi ini akan membuat pengguna (user) mengetahui letak rumah sakit dan memberikan deskripsi rumah sakit yang disusun menjadi sebuah profil rumah sakit yang berisi gambar, informasi fasilitas serta dapat menunjukkan letak rumah sakit yang ditampilkan menggunakan Google Maps.

1.2  Batasan Masalah
Pembahasan dalam penulisan ini hanya terbatas pada pencarian Rumah Sakit di wilayah Depok yang terdapat dalam satu aplikasi yang mudah di akses dengan tampilan yang menarik dengan menggunakan Android. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman java.
1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ilmiah ini adalah memberikan informasi mengenai letak Rumah Sakit yang ada di wilayah Depok sehingga dapat memudahkan para pendatang untuk mencari Rumah Sakit di wilayah Depok.
1.4  Metode Penulisan
Metode yang di gunakan dalam penulisan ini adalah dengan cara mengambil bahan dari buku-buku sebagai pedoman untuk referensi penulisan melakukan pencarian informasi melalui internet dan media lainnya.
1.5  Sistematika Penulisan
Penyusunan penulisan ilmiah ini akan memberikan gambaran tentang materi yang dibahas, yaitu terdiri dari 4 bab. Secara garis besar masing-masing bab akan membahas hal-hal sebagai berikut:        
Bab I                       : Pendahuluan
Bab ini berisi mengenai latar belakang masalah, pembatasan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian dan sistematika penulisan tentang pembuatan aplikasi ini.
Bab II                      : Batasan Masalah
Bab ini berisi teori-teori yang berhubungan dengan judul penulisan ini dan mengenai android.
Bab III                    : Pembahasan Masalah
Pada bab ini berisi penjelasan mengenai aplikasi yang akan dibuat, yang terdiri dari tahapan perencanaan aplikasi, tahap perencanaan tampilan, tahap pembuatan aplikasi dan uji coba aplikasi.

Bab IV                    : Penutup

PENALARAN DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH

PENALARAN DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH


A. Pengertian dan Jenis Penalaran


Penalaran (reasioning) adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas).
Secara umum, ada dua jenis penalaran atau pengambilan kesimpulan, yakni penalaran induktif dan deduktif.
1. Penalaran Induktif dan Coraknya
Penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang khusus menuju sesuatu yang umum.
Penalaran Induktif dapat dilakukan dengan tiga cara:

a. Generalisasi

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, wawancara, atau studi dokumentasi. Sumbernya dapat berupa dokumen, statistik, kesaksian, pendapat ahli, peristiwa-peristiwa politik, sosial ekonomi atau hukum. Dari berbagai gejala atau peristiwa khusus itu, orang membentuk opini, sikap, penilaian, keyakinan atau perasaan tertentu.
Beberapa contoh penalaran induktif dengan cara generalisasi adalah sebagai berikut:
1) Berdasarkan pengalaman, seorang ibu dapat membedakan atau menyimpulkan arti tangisan bayinya, sebagai ungkapan rasa lapar atau haus, sakit atau tidak nyaman.
2) Berdasarkan pengamatannya, seorang ilmuwan menemukan bahwa kambing, sapi, onta, kerbau, kucing, harimau, gajah, rusa, kera adalah binatang menyusui. Hewan-hewan itu menghasilkan turunannya melalui kelahiran. Dari temuannya itu, ia membuat generalisasi bahwa semua binatang menyusui mereproduksi turunannya melalui kelahiran.

b. Analogi

Analogi adalah suatu proses yag bertolak dari peristiwa atau gejala khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan. Karena titik tolak penalaran ini adalah kesamaan karakteristik di antara dua hal, maka kesimpulannya akan menyiratkan ”Apa yang berlaku pada satu hal, akan pula berlaku untuk hal lainya”. Dengan demikian, dasar kesimpula yang digunakan merupakan ciri pokok atau esensial dari dua hal yang dianalogikan.
Beberapa contoh penalaran induktif dengan cara analogi adalah sebagai berikut:
1) Dalam riset medis, para peneliti mengamati berbagai efek dari bermacam bahan melalui eksperimen binatang seperti tikus dan kera, yang dalam beberapa hal memiliki kesamaan karakter anatomis dengan manusia. Dari kajian itu, akan ditarik kesimpulan bahwa efek bahan-bahan uji coba yang ditemukan pada binatang juga akan terjadi pada manusia.
2) Dr. Maria C. Diamond, seorang profesor anatomi dari University of California tertarik untuk meneliti pengaruh pil kontrasepsi terhadap pertumbuha cerebral cortex wanita, sebuah bagian otak yang mengatur kecerdasan. Dia menginjeksi sejumlah tikus betina dengan sebuah hormon yang isinya serupa dengan pil. Hasilnya tikus-tikus itu memperlihatkan pertumbuhan yang sangat rendah dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak diberi hormon itu. Berdasarkan studi itu, Dr. Diamond menyimpulkan bahwa pil kontrasepsi dapat menghambat perkembangan otak penggunanya.
Dalam contoh penelitian tersebut, Dr. Diamond menganalogikan anatomi tikus dengan manusia. Jadi apa yang terjadi pada tikus, akan terjadi pula pada manusia.

c. Hubungan Kausal (Sebab Akibat)

Penalaran induktif dengan melalui hubungan kausal (sebab akibat) merupakan penalaran yang bertolak dari hukum kausalitas bahwa semua peristiwa yang terjadi di dunia ini terjadi dalam rangkaian sebab akibat. Tak ada suatu gejala atau kejadian pun yang muncul tanpa penyebab.
Cara berpikir seperti itu sebenarnya lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya dalam dunia ilmu pengetahuan.
Contoh:
1) Ketika seorang ibu melihat awan tebal menggantung, dia segera memunguti pakaian yang sedang dijemurnya. Tindakannya itu terdorong oleh pengalamannya bahwa mendung tebal (sebab) adalah pertanda akan turun hujan (akibat).
2) Seorang petani menanam berbagai jenis pohon dipekarangannya, tanaman tersebut dia sirami, dia rawat dan dia beri pupuk. Anehnya, tanaman itu bukannya semakin segar, melainkan layu bahkan mati. Tanaman yang mati dia cabuti. Ia melihat ternyata akar-akarnya rusak da dipenuhi rayap. Berdasarkan temuannya itu, petani tersebut menyimpulkan bahwa biang keladi rusaknya tanaman (akibat) adalah rayap (sebab).
2. Penalaran Deduktif dan Coraknya
Penalaran deduksi adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, teori atau keyakinan) menuju hal-hal khusus. Berdasarkan sesuatu yang umum itu, ditariklah kesimpulan tentang hal-hal khusus yang merupakan bagian dari kasus atau peristiwa khusus itu.
Contoh :
Semua makhluk hidup akan mati
Manusia adalah makhluk hidup
Karena itu, semua manusi akan mati.
Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa proses penalaran itu berlangsung dalam tiga tahap.
Pertama, generalisasi sebagai pangkal bertolak (pernyataan pertama merupakan generalisasi yang bersumber dari keyakina atau pengetahuan yang sudah diketahui dan diakui kebenarannya.
Kedua, penerapan atau perincian generalisasi melalui kasus atau kejadian tertentu.
Ketiga, kesimpulan deduktif yang berlaku bagi kasus atau peristiwa khusus itu.
Penalaran deduktif dapat dilakukan dengan dua cara:

a. Silogisme

Silogisme adalah suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi yang ketiga. Proposisi merupakan pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung didalamnya.
Dari pengertian di atas, silogisme terdiri atas tiga bagian yakni: premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Yang dimaksud dengan premis adalah proposisi yang menjadi dasar bagi argumentasi. Premis mayor mengandung term mayor dari silogisme, merupakan geeralisasi atau proposisis yang dianggap bear bagi semua unsur atau anggota kelas tertentu. Premis minor mengandung term minor atau tengah dari silogisme, berisi proposisi yang mengidentifikasi atau menuntuk sebuah kasus atau peristiwa khusus sebagai anggota dari kelas itu. Kesimpulan adalah proposisi yang menyatakan bahwa apa yang berlaku bagi seluruh kelas, akan berlaku pula bagi anggota-anggotanya.
Contoh:
Premis mayor : Semua cendekiawan adalah pemikir
Premis minor : Habibie adalah cendekiawan
Kesimpulan : Jadi, Habibie adalah pemikir.

b. Entinem

Entiem adalah suatu proses penalaran dengan menghilangkan bagian silogisme yang dianggap telah dipahami.
Contoh:
Berangkat dari bentuk silogisme secara lengkap:
Premis mayor : Semua renternir adalah penghisap darah dari orang yang
sedang kesusahan
Premis minor : Pak Sastro adalah renternir
Kesimpulan : Jadi, Pak Sastro adalah peghisap darah orang yag
kesusahan.
Kalau proses penalaran itu dirubah dalam bentuk entinem, maka bunyinya hanya menjadi ”Pak Sastro adalah renternir, yang menghisap darah orang yang sedang kesusahan.”B. Hubungan Menulis Karya Ilmiah dengan Penalaran
Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh pengamatan, peninjauan atau penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Atas dasar itu, sebuah karya tulis ilmiah harus memenuhi tiga syarat:
1. Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah
2. Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode ilmiah
3. Sosok tampilannya sesuai da telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan keilmuan.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa penalaran menjadi bagian penting dalam proses melahirkan sebuah karya ilmiah. Penalaran dimaksud adalah penalaran logis yang mengesampingkan unsur emosi, sentimen pribadi atau sentimen kelompok. Oleh karena itu, dalam menyusun karya ilmiah metode berpikir keilmuan yang menggabungkan cara berpikir/penalaran induktif dan deduktif, sama sekali tidak dapat ditinggalkan.
Metode berpikir keilmuan sendiri selalu ditandai dengan adanya:
1. Argumentasi teoritik yang benar, sahih dan relevan
2. Dukungan fakta empirik
3. Analisis kajia yang mempertautkan antara argumentasi teoritik dengan fakta empirik terhadap permasalahan yang dikaji.


C. Salah Nalar, Pengertian dan Macamnya


Salah nalar (reasioning atau logical fallacy) adalah kekeliruan dalam proses berpikir karena keliru menafsirkan atau menarik kesimpulan. Kekeliruan ini dapat terjadi karena faktor emosional, kecerobohan atau ketidaktahuan.

Contoh sederhana:

Seseorang mengatakan, ”Di sekolah, Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang terpenting. Tanpa menguasai Bahasa Indonesia seorang siswa tidak mungkin dapat memahami mata pelajaran lainnya dengan baik.”
Pernyataan tersebut tidaklah tepat. Bahwa Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran penting, memang benar. Tetapi kalau dikatakan terpenting, tampaknya perlu dipertanyakan.
Salah tafsir dapat terjadi karena kekeliruan induktif, deduktif, penafsiran relevansi dan peggunaan otoritas yang berlebihan.
Salah nalar dapat dibedakan atas 4 (empat) macam:
1. Generalisasi yang terlalu luas
Salah nalar ini terjadi karena kurangnya data yang dijadikan dasar generalisasi, sikap menggampangkan, malas mengumpulkan dan menguji data secara memadai, atau ingin segera meyakinkan orang lain dengan bahan yag terbatas. Paling tidak ada dua kesalahan generalisasi yang muncul:
a. Generalisasi sepintas (Hasty or sweeping generalization)
Kesalahan terjadi karena penulis membuat generalisasi berdasarkan data atau evidensi yang sangat sedikit.
Contoh: Semua anak yang jenius akan sukses dalam belajar.
Pernyataan tersebut tidaklah benar, karena kejeniusan atau tingkat intelegensi yang tinggi bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan belajar anak. Karena masih banyak faktor penentu lain yang teribat seperti: motivasi belajar, sarana prasarana belajar, keadaan lingkungan belajar, dan sebagainya.
b. Generalisasi apriori
Salah nalar ini terjadi ketika seorang penulis melakukan generalisasi atas gejala atau peristiwa yang belum diuji kebenaran atau kesalahannya. Kesalahan corak penalaran ini sering ditimbulkan oleh prasangka. Karena suatu anggota dari suatu suatu kelompok, keluarga, ras atau suku, agama, negara, organisasi, dan pekerjaan atau profesi, melakukan satu atau beberapa kesalahan, maka semua anggota kelompok itu disimpulkan sama.

Contoh: Semua pejabat pemerintah korup; Para remaja sekarang rusak moralnya; Zaman sekarang, tidak ada orang berbuat tanpa pamrih; dan sebagainya.

2. Kerancuan analogi
Kerancuan analogi disebabkan karena penggunaan analogi yang tidak tepat. Dua hal yang diperbandingkan tidak memiliki kesamaan esensial (pokok).
Contoh:
”Negara adalah kapal yang berlayar menuju tanah harapan. Jika nahkoda setiap kali harus meminta anak buahnya dalam menentukan arah berlayar, maka kapal itu tidak akan kunjung sampai. Karena itu demokrasi pemerintahan tidak diperlukan, karena menghambat.”
3. Kekeliruan kasualitas (sebab akibat)
Kekeliruan kasualitas terjadi karena kekeliruan menentukan sebab.
Contoh:
a. Saya tidak bisa berenang, karena tidak ada satupun keluarga saya yang dapat berenang.
b. Saya tidak dapat mengerjakan ujian karena lupa tidak sarapan
4. Kesalahan relevansi
Kesalahan relevansi akan terjadi apabila bukti yang diajukan tidak berhubungan atau tidak menunjang sebuah kesimpulan. Corak kesalahan ini dapat dirinci menjadi 3 (tiga) macam:
a. Pengabaian persoalan (ignoring the question)
Contoh:
Korupsi di Indonesia tidak bisa diberantas, karena pemerintah tidak memiliki undang-undang khusus tentang hal itu.
b. Penyembunyian persoalan (biding the question)
Contoh:
Tidak ada jalan lain untuk memberantas korupsi kecuali pemerintah menaikkan gaji pegawai negeri.

c. Kurang memahami persoalan

Salah nalar ini terjadi karena penulis mengemukakan pendapat tanpa memahami persoalan yang dihadapi dengan baik. Sehingga pendapat yang disampaikan tidak mengena atau berputar-putar dan tidak menjawab secara benar atau persoalan yang terjadi.
5. Penyandaran terhadap prestise seseorang
Salah nalar disini terjadi karena penulis menyandarkan pada pendapat seseorang yang hanya karena orang tersebut terkenal atau sebagai tokoh masyarakat namun bukan ahlinya.
Agar tidak terjadi salah nalar karena faktor penyebab ini, maka perlu di patuhi rambu-rambu sebagai berikut:
a. Orang itu diakui keahliannya oleh orang lain
b. Pernyataan yang dibuat berkenaan dengan keahliannya, dan relevan dengan persoalan yang dibahas.
c. Hasil pemikirannya dapat diuji kebenarannya
Hal tersebut mengindikasikan kita sebagai penulis tidak boleh asal mengutip semata-mata karena orang tersebut merupakan orang terpandang, terkenal atau kaya raya dan baik status sosial ekonominya.



SUMBER:http://hadi27.wordpress.com/penalaran-dalam-penulisan-karya-ilmiah/

Jumat, 04 April 2014

BAHASA


Bahasa
Pengertian bahasa menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
Bahasa menurut Owen dalam Stiawan (2006:1), menjelaskan definisi bahasa yaitu bahasa dapat didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan.
Kemudian pengertian bahasa menurut Tarigan (1989:4), beliau memberikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, juga untuk sistem generatif. Kedua, bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.
Menurut Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.
Definisi bahasa menurut Mackey(1986:12), Bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan atau sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem.
Pendapat lainnya tentang definisi bahasa diungkapkan oleh Syamsuddin (1986:2), beliau memberi dua pengertian bahasa. Pertama, bahasa adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Kedua, bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.
Sementara Pengabean (1981:5), berpendapat bahwa bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf.
Pendapat terakhir dari makalah singkat tentang bahasa ini diutarakan oleh Soejono (1983:01), bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.
Dari semua arti bahasa menurut para pakar dapat disimpulkan bahawa bahasa adalah  komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, kode, perasaan dan pendapat kepada orang lain.

Fungsi Bahasa
Setelah mengetahui berbagai arti bahasa dari para pakar maka kita dapat mengetahui bagaimana implementasinya pada kehidupan sehari-hari. Dengan itu kita harus mengetahui dahulu apa Fungsi bahasa yang utama dan pertama sudah terlihat dalam konsepsi  bahasa di atas, yaitu fungsi komunikasi dalam bahasa berlaku bagi semua  bahasa apapun dan dimanapun. Dalam berbagai literatur bahasa, ahli bahasa (linguis) bersepakat dengan fungsi bahasa berikut:

1.fungsi ekspresi dalam bahasa
2.fungsi komunikasi dalam bahasa
3.fungsi adaptasi dan integrasi dalam bahasa
4.fungsi kontrol sosial (direktif dalam bahasa) Disamping fungsi-fungsi utama tersebut,

Fungsi tambahan itu adalah:
1.Fungsi lebih mengenal kemampuan diri sendiri.
2.Fungsi lebih memahami orang lain.
3.Fungsi belajar mengamati dunia, bidang ilmudi sekitar dengan cermat.
4.Fungsi mengembangkan proses berpikir yang jelas, runtut, teratur, terarah, dan logis.
5.Fungsi mengembangkan atau memengaruhi orang lain dengan baik dan menarik (fatik).
6.Fungsi mengembangkan kemungkinan kecerdasan ganda.

1. Fungsi pernyatan ekspresi pernyataan ekspresi diri, menyatakan sesuatu yang akan disampaikan oleh penulis atau pembicara sebagai eksistensi diri dengan maksud:
a. Menarik perhatian orang lain (persuasif dan provokatif),
b. Membebaskan diri dari semua tekanan dalam diri seperti emosi,
c. Melatih diri untuk menyampaikan suatu ide dengan baik,
d. Menunjukkan keberanian (convidence) penyampaikan ide.

2. Fungsi komunikasi Maksudnya, komunikasi tidak akan terwujud tanpa dimulai dengan ekspresidiri. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi, yaitu komunikasi tidak akan sempurna jika ekspresi diri tidak diterima oleh orang lain. Oleh karena itu,komunikasi tercapai dengan baik bila ekspresi berterima.

3) Fungsi integrasi dan adaptasi sosial merupakan kekhususan dalam bersosialisasi baik dalam lingkungan sendiri maupun dalam lingkungan baru. Hal itu menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan sebagai sarana mampu menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan (masyarakat).

4) Fungsi kontrol sosial bermaksud memengaruhi perilaku  dan tindakan orang dalam masyarakat, sehingga seseorang itu terlibat dalam komunikasi dan dapat saling memahami.
Dengan kontrol sosial, bahasa mempunyai relasi dengan proses sosial suatu masyarakat seperti keahlian bicara, penerus tradisi tau kebudayaan, pengindentifikasi diri, dan penanam rasa keterlibatan (sense of belonging) pada masyarakat bahasanya.

Dalam bahasa Indonesia khususnya,  fungsi bahasa dapat dikembangkan atau dipertegas lagi ke dalam kedudukan atau posisi bahasa Indonesia. Posisi Bahasa Indonesia diidentifikasikan
menjadi bahasa persatuan, bahasa nasional, bahasa negara, dan bahasa standar. Keempat posisi bahasa Indonesia itu mempunyai fungsi masing-masing seperti berikut:
  • Fungsi bahasa persatuan adalah pemersatu suku bangsa, yaitu pemersatu suku, agama, rasa dan antar golongan (SARA) bagi suku bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
  • Fungsi Bahasa Nasional adalah fungsi jati diri Bangsa Indonesia bila berkomunikasi pada dunia luar Indonesia.
  • Fungsi bahasa negara adalah bahasa yang digunakan dalam administrasi negara untuk berbagai aktivitas dengan rincian berikut:
  • Fungsi bahasa baku (bahasa standar) merupakan bahasa yang digunakan dalam pertemuan sangat resmi.
jenis-jenis bahasa diantaranya yaitu : bahasa lisan/tulisan, bahasa isyarat, bahasa pemrograman, bahasa batin. Adapun pengertian dari keempat jenis bahasa tersebut :
·         Bahasa Lisan yaitu suatu komunikasi anatar manusia untuk mengutarakan maksudnya melalui kata kata yang terucap dari mulut.
·         Bahasa Tulisan merupakan suatu bentuk komunikasi yang terbentuk dari berbagai kosa kata yang disusun sehingga terbentuk suatu kalimat yang memiliki arti dan dituangkan kedalam bentuk tulisan.
·         Bahasa Isyarat merupakan suatu bentuk komunikasi yang menggunakan anggota tubuh seperti tangan dan gerak bibir.  
·         Bahasa Batin merupakan suatu interaksi mental secara langsung menggunakan isi hati kita, bahasa batin tidak memerlukan sarana kata kata seperti jenis bahasa yang lainnya. Istilah yang lebih mirip dengan komunikasi bahasa batin yaitu telepati.
Sedangkan jenis-jenis bahasa secara sosiolinguistik berkaitandengan faktor – faktor eksternal bahasa diantaranya sosiologis , politis , dan kultural .
ü  Jenis Bahasa Berdasarkan Sosiologis yaitu standarisasi terhadap penerimaan suatu bahasa akan seperangkat dengan kodifikasi dan penerimaan terhadap sebuah bahasa oleh masyarakat pemakai bahasa itu akan seperangkat kaidah atau norma yang menentukan pemakaian bahasa yang benar.
ü  Jenis Bahasa Berdasarkan Sikap Politik Bahasa berdasarkan sikap politik dapat dibedakan adanya bahasa nasional, bahasa resmi, bahasa Negara, bahasa persatuan.
ü  Sebagai sistem linguistik disebut sebagai bahasa nasional kalau sistem linguistik itu diangkat oleh suatu bangsa sebagai suatu identitas bangsa itu, bahasa melayu yang diangkat oleh bangsa Indonesia pengangkatan sebuah system linguistik menjadi bahasa nasional berkat sikap dan pemikiran politik yaitu agar dikenal sebagai sebuah bangsa berbeda dengan bangsa lain.
ü  Bahasa resmi adalah sebuah sebuah sistem linguistic yang ditetapkan untuk digunakan dalam suatu pertemuan seperti seminar konferensi, rapat, dan sebagainya.



Senin, 25 November 2013

DUNIA BARU SAHABAT BARU

DUNIA BARU SAHABAT BARU


Namaku tata,aku seorang mahasiswa suasta di Depok.Pada hari Kamis adalah hari pertama masuk kuliah ,ya masih dibilang masa orientasi .Ya aku baru masuk pertama kali di uiversitas ini.Dan aku belom punya teman.Masa(homofon) saat ini bisa dibilang mulai perjalanan hidup yang sebenarnya.
Pada  saat aku duduk di bawah pohon tiba-tiba ada seorang cewek yang duduk di sampingku .Dia melontarkan senyum kepadaku.Lalu aku mulai memberanikan diri untuk mulai menyapanya.
”Hai kuliah disini juga?”sapaku.
“Iya,aku kuliah disini juga,ngomong-ngomong nama kamu siapa?” kata dia sambil tersenyum kepadaku.
“Aku Tata anak fakultas Ilmu Komuter,kamu?” kataku sambil menyodorkan tangan.
“Aku Noi nah...kita sama ,aku juga anak Ilmu Komputer,kamu kelas berapa?”katanya sambil berjabat tangan.
“Aku kelas 1ka08,km ?”kataku.
“Sama aku juga 1ka08,wah kebetulan banget ya kita satu kelas”ujar Noi sambil melihat jam.
Waktu udah menunjukan pukul 7.80 WIB Noi dan Tata segera mencari kelas dan masuk kelas.Setelah ketemu ruang kelas mereka segera masuk dan segera mencari tempat duduk.Mereka duduk di baris nomor dua dari depan. Ada tiga perempuan yang duduk dibelakang mereka.
“Hai...”sapa Noi pada tiga perempuan itu.
“Hai...nama kamu siapa?”kata salah satu perempuan itu.
“Namu Noi,dan ini temanku namanya Tata” ujar Noi sambil merangkul Tata.
“Namaku Ratu,yang sebelah aku namanya Ratna,sebelanya Ratna namanya Eboy”ujar Ratu sambil tersenyum.
“Hai Ratu,Ratna,Eboy,aku Tata” katanya sambil tersenyum.
“Ini Ratu,Ratna,Eboy salam kenal ya “ kata Noi.
Di ruangan kelas seketika ramai ketika mahasiswa-mahasiwi sudah mulai masuki ruangan kelas.Ada seorang wanita yang duduk di sebelah kanan Noi,dan ada juga yang ada 3 wanita yang duduk di baris bangku paling depan.
“Nama kamu siapa?”kata wanita yang duduk di samping Noi.
“Namaku Noi,kamu?”jawab Noi .
“Namaku Ichel”jawabnya sambil tersenyum.
Tiba-tiba ada seorang dosen perempuan yang masuk kekelas.Dan seketika suasana kelas mulai tenang.Semua mahasiswa-mahasiswi mulai memperhatikan dosen.
“Selamat pagi anak-anak”kata dosen sambil berdiri didekat meja dosen.
“Pagi bu...”jawab mereka.
“Ini kelas 1ka08,saya Diah dosen Algoritma,dan kebetulan saya walikelas kalian.Kalian sudah pada kenal satu sama lain?”kata dosennya kepada sembari duduk di kursi dosen.
“Belum bu...”kata mereka.
“Yaudah sekarang kita perkenalan satu-satu mulai dari paling belakang ya dan setelah perkenalan saya akan membahas tata tertib yang harus ditaati saat perkuliahan saya”ujar ibu Diah sambil menunjuk baris paling belakang.
Meraka mulai maju kedepan dan memperkenalkan diri satu persatu.Setelah perkenalan selesai ibu Diah mulai membahas tata tertib disaat perkuliahan berlangsung.Jam sudah menunjukakan pukul 12.00 WIB  waktunya istirahat.Ibu Diah segea mengahiri perkuliahan.
“Sekian perkuliahan dari saya,sampe ketemu minggu depan,selamat siang...”kata ibu Diah sambil berjalan meninggalkan kelas.
“Siang bu...”jawab mereka.
Mahasiswa-mahasiswi mulai meninggalkan kelas untuk beristirahat.Ada sembilan perempuan yang masih berada didalam kelas.Dan mereka masih ngobrol dan berkemas-kemas untuk meninggalkan kelas.Tiba-tiba Tata menemui tiga cperempuan yang di baris depan untuk ngajak makan malam dam berkenalan.
“Hei diam aja sih kalian di depan ,ayuk ikut kita makan bareng”ujar Tata.
“Mau makan dimana? eh kita belom kenalan tau ,nama kamu siapa?”ujar salah satu perempuan itu.
“Namuku Tata,kalian siapa aja?” katanya sambil tersenyum.
“Namaku Dea,ini Eka,ini Ari” kata Dea sambil tersenyum.
Sembilan wanita cantik(konkrit) itu segera meninggalkan kelas dan bergegas mencari makan.Mereka sudah akrab satu sama lain.Sudah mulai bercanda bareng meskipun mereka beru berkenalan.Bahkan mereka sudah merencanakan main bareng(umum).Keesokan harinya mereka tambah akrab.Dan mereka sudah mengenal satu sama lain.Beberapa minggu kemudian mereka main ke Dufan(khusus), salah satu wahana hiburan yang berada di Jakarta.
Berawal dari main ke Dufan,dan suka main bareng terbentuklah persahabatan yang terdiri dari Tata, Ichel, Eboy, Ratu, Ratna, Noi, Dea, Eka, dan Ari. Dan setelah berbulan bulan bahkan sudah UTS dan UAS mereka masih akrab.Cerita bareng ,jalan bareng.Mereka sudah mengenal satu sama lain ,sudah mengetahui sifat dan watak mereka.Dan tidak cuman saat senang(sinonim) saja kita bersama,tapi ketika salah satu dari kita ada yang sedih(antonim) entah itu masalah pribadi atau yang lain kita tetap bersama.Berusaha selalu ada buat teman walau kita hanya bisa membantu sesuai kemampuan kita.
Bahkan udah masuk semester dua,dan di saat IPK kita turun kita saling memberi semangat buat yang IPKnya masih di bawah tiga,agar tidak berkecil hati(konotasi) dan tetep semangat .Kita belajar bareng ,saling membantu satu sama lain ketika kita mendapat tugas.Persahabat itu membuat kita sadar bahwa perbedaan agama,suku,bahkan derajat sekalipun itu tidak membuat persahabatan itu hancur,bahkan dengan perbedaan itu kita bisa menyadari bahwa kita bisa menutupi satu sama lain,saling menghargai,dan kita sadar kita membutuhkan mereka disaat kita susah bahkan di saat kita senang.
Sahabat itu bisa menjaga rahasia bahkan menjaga perasaan kita.Tidak menjelek-jelekan kita,bahkan menjatohkan nama baik kita.Tetapi sahabat itu saling menutupi kekurangan kita.
Bahkan kita sekarang udah menemukan nama buat persahabatan kita yaitu “Nieven”.Buat seru-seruan aja sih sebenernya.Sekarang kita udah masuk ke semester lima,udah mulai tua,dan kita kelasnya sudah terpecah ,tidak satu kelas lagi.Sedih sih ,tapi ya walau kita beda kelas komunikasi dan persahabatan tetap jalan terus.
Dan sekarang mulai berasa kesibukannya ,dan jarang sekali buat ketemu dan kumpul bareng lagi.Kalau bisa ngumpulpun tidk semuanya ikut.Tapi bangga melihat sahabat kita sukses,melihat si Eboy pergi ke-Singapur buat lomba paduan suara,Dea jaga Perpustakaan,sedangkan Tata,Ichel,Noi,Ari jaga Lab,Ratu dan Ratna sibuk Jualan Online,Eka sibuk teakwondo.Sesibuk apapun kita asal positif pasti saling mendukung.
Walaupun intensitas waktu kita buat main bareng sangat berkurang.Meskipun kalau kita ketemu cuman 1 jam ,tak merubah persahabatan kita.Ya tetap pada semboyan kita “Masuk kuliah bareng,Luluspun juga harus bareng”.Kata-kata itu salah satu impian(abstrak) kita bersama.
Intensitas kita berkurang untuk ketemu ,jadi merasakan mempunyai sahabat sejati meskipn kita jauh,jarang ketemu ,meskipun kita sibuk kita tetap setia dan tetap mendukung satu sama lain.Walaupun sudah mempunyai teman baru ,kita tidak saling melupakan .Tetap ada disaat kita menbutuhkan.
Jaga persahabatan kalian dan jaga kepercayaan sahabat kalian, jika kalian ingin mempunyai sahabat sejati ,yang mau menerima kekurangan dan kelebihan kita,yang selalu ada buat kita disaat kita susah atau senang.Mencari sahabat tidak mudah seperti membalikan telapak tangan.


NB:
Yang bold adalah contoh EYD
Yang bold dan underline adalah contoh dr diksi.

Rabu, 09 Juli 2014

Tips Cara Memilih Jilbab Sesuai Bentuk Wajah

Memilih Jilbab Untuk Wajah Bulat
Pemilik wajah bulat harus cermat dan tepat memilih jenis jilbab yang akan dikenakan, karena jika salah pilih jilbab jadinya wajah Anda akan terlihat kembung dan gemuk. Untuk Anda yang memiliki wajah bulat, siasati jilbab dengan undercaps (Topi) yang mudah ditemukan di pasaran biasanya jilbab instan / langsungan sudah dilengkapi topi. Ekor kuda rambut Anda jika panjang, kemudian gunakan undercaps, jangan dicepol atau dikonde karena akan memberikan kesan kepala Anda bulat. Ikat jilbab, kemudian di bagian pipi bisa ditarik sampai separuh bagian pipi tertutup. Pastikan juga Anda kerasa nyaman dan tidak sesak ya. Berikutnya Anda bisa memasukkan sisa jilbab atau menghiasnya dengan bros. Rekomendasi pemakai jilbab bagi yang berwajah bulat adalah : Jilbab Langsungan / Instan atau bisa diganti dengan memakai dalaman yang bertopi jika memakai jilbab segitiga atau jilbab panjang.
Bentuk Wajah Lonjong atau Panjang
Untuk Anda yang berwajah lonjong atau panjang, Turkish style adalah yang paling pas dikenakan, karena akan memberikan kesan penuh dan lebih padat bagi wajah yang panjang. Anda boleh menggelung rambut Anda agar bentuk kepala Anda lebih bagus dan seimbang dengan wajah. Rekomendasi Jilbab :  Jilbab segitiga dengan dalaman (Ciput) bercepol / konde.
Bentuk Wajah Persegi
Untuk Anda yang berwajah persegi sebaiknya gunakan jilbab rounded shape yang akan membingkai wajah menjadi lebih lembut dan menghilangkan garis-garis tajamnya. Hindari menggunakan warna-warna keras dan menyolok. Gunakan warna soft atau layer sehingga wajah terlihat lebih full. Rekomendasi Jilbab : Jilbab Paris atau Jilbab Segi Empat dengan dalaman biasa tanpa cepol / konde
Bentuk Wajah Oval
Bagi Anda yang berwajah oval, Anda bebas menggunakan berbagai macam style jilbab. Tinggal Anda padukan saja mana yang pas dengan warna kulit dan baju Anda. Sekejap Anda akan menjadi lebih anggun dan manis.

Sumber : http://www.jilbabku.web.id/tentang-kami/tips-memilih-jilbab-sesuai-bentuk-wajah/

TIPS DAN TRIK MAKE UP UNTUK WANITA BERHIJAB ....

1. Wajah
Gunakanlah alas bedak cair secara merata. Atau Anda juga bisa menggunakan BB Cream yang saat ini banyak di pasaran dan bisa membuat efek kulit glowing. Aplikasikan concealer di bawah mata untuk memberikan kesan cerah pada wajah. Beri shading warna gelap di daerah tulang hidung bawah tulang pipi dan sedikit di bawah dagu, ratakan dengan spons. Pulaskan bedak tabur untuk hasil natural.
2. Mata
Ulaskan eye shadow warna silver muda pada kelopak mata. Baurkan sedikit eyeshadow warna ungu tua di sudut luar mata. Berikan eyeliner warna hitam untuk mempertegas mata. Eyeliner gel bisa memberikan efek mata yang lebih jelas dan rapi.
3. Bibir
Gunakan lipbalm tipis bila Anda merasa bibir terlalu kering. Pulaskan lipstik yang tidak matte namun juga tidak terlalu glossy warna soft pink atau warna soft lainnya seperti nude. Karena mata Anda sudah cukup menonjol dengan riasan tersebut, jadi bibir Anda hanya perlu tampilan alami.
4. Pipi
Gunakan warna natural sesuai kulit seperti warna pink dan tidak perlu terlalu tebal. Menggunakan blush on akan membuat Anda nampak segar dan cerah. 
5. Alis
Bila Anda memiliki alis yang tebal dan kurang rapi, Anda bisa merapikannya. Tidak perlu menggunakan pensil alis bila alis Anda bervolume. Sedangkan bagi yang memiliki alis tipis, bentuk alis Anda sengan pensil alis warna hitam atau kecoklatan.

SUMBER :http://www.vemale.com/body-and-mind/cantik/17870-tips-make-up-sehari-hari-untuk-wanita-berjilbab.html

CARA MENCEGAH DEHIDRASI !

Beberapa jenis makanan yang bisa menjaga hidrasi adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Huffington Post, Senin (15/7/2013).

1. Timun
Timun mengandung 95 persen air, sehingga beberapa potong timun punya manfaat yang sama seperti minum segelas air. Selian itu, timun juga memberikan asupan serat dan vitamin C, kurang lebih 6 persen dari kebutuhan harian.

2. Salad hijau
Selain terdiri dari 90 persen air, salad hijau juga hanya mengandung kurang dari 15 kalori dalam setiap 2 mangkuk. Kandungan lain yang bermanfaat adalah folat, vitamin c, serat dan antioksidan betakaroten. Kandungan tersebut bagus untuk menjaga kesehatan mata dan kulit.

3. Stroberi
Kandungan air dalam buah stroberi mencapai 91 persen, sangat membantu untuk menjaga kecukupan cairan. Selain itu, buah berwarna merah ini juga mengandung vitamin C dan B yang bisa membantu pertumbuhan sel-sel baru.

4. Semangka
Sesuai namanya, buah yang dalam Bahasa Inggris disebut Watermelon ini terdiri dari 92 persen air. Selain juga mengandung vitamin C, semangka khususnya yang merah mengandung lycopene. Kandungan tersebut memiliki efek antioksidan yang bisa mencegah kanker maupun penyakit jantung.

5. Yoghurt
Plain-yoghurt mengandung kurang lebih 85-88 persen air. Kandungan tersebut bisa bervariasi tergantung jenis yoghurt yang dikonsumsi. Yang jelas, makanan ini juga memnberi asupan kalsium, vitamin B-12 atau riboflavin dan tentu saja probiotik.

6. Pepaya
Terdiri dari 88 persen air, pepaya sangat membantu untuk menjaga kecukupan cairan tubuh. Ukuran satu gelas juga memberikan 3 gram serat dengan hanya 55 kalori.
 (up/vit)
 
sumber:health.detik.com

Jumat, 13 Juni 2014

PROPOSAL

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Di Indonesia, pemanfaatan teknologi untuk penyebaran informasi dan mencari lokasi Rumah Sakit masih terhitung sangat terbatas. Pencarian lokasi rumah sakit tersebut akan menjadi lebih mudah dengan adanya bantuan internet. Dengan memanfaatkan LBS pada android, aplikasi pencarian Rumah Sakit pada smartphone berbasis android dapat memudahkan untuk mencari lokasi Rumah Sakit di wilayah tertentu
Smartphone adalah suatu elektronik berbasis mobile yang digunakan untuk komunikasi dan mencari suatu informasi. Salah satu perkembangan Smartphone saat ini yaitu Android. Android merupakan sistem operasi yang berbasis Linux untuk perangkat seluler layar sentuh open source yang bisa digunakan secara terbuka dan juga mendukung pembuatan suatu aplikasi.
Salah satu pembuatan aplikasi pada android adalah aplikasi yang memanfaatkan Location Besed Service. Location Besed Service atau biasa disingkat LBS adalah suatu kemampuan untuk mencari geografis dari mobile device dan menyediakan layanan lokasi yang diperoleh.
Dengan banyaknya pengguna smartphone berbasis android di kalangan masyarakat, maka dibuatlah aplikasi yang bertujuan agar mempermudah masyarakat dalam mencari lokasi Rumah Sakit dan menghemat waktu.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulisan ilmiah ini akan difokuskan pada “APLIKASI LOCATION BASED SERVICE (LBS) RUMAH SAKIT UNTUK WILAYAH DEPOK MENGGUNAKAN ANDROID” dimana aplikasi ini akan membuat pengguna (user) mengetahui letak rumah sakit dan memberikan deskripsi rumah sakit yang disusun menjadi sebuah profil rumah sakit yang berisi gambar, informasi fasilitas serta dapat menunjukkan letak rumah sakit yang ditampilkan menggunakan Google Maps.

1.2  Batasan Masalah
Pembahasan dalam penulisan ini hanya terbatas pada pencarian Rumah Sakit di wilayah Depok yang terdapat dalam satu aplikasi yang mudah di akses dengan tampilan yang menarik dengan menggunakan Android. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman java.
1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ilmiah ini adalah memberikan informasi mengenai letak Rumah Sakit yang ada di wilayah Depok sehingga dapat memudahkan para pendatang untuk mencari Rumah Sakit di wilayah Depok.
1.4  Metode Penulisan
Metode yang di gunakan dalam penulisan ini adalah dengan cara mengambil bahan dari buku-buku sebagai pedoman untuk referensi penulisan melakukan pencarian informasi melalui internet dan media lainnya.
1.5  Sistematika Penulisan
Penyusunan penulisan ilmiah ini akan memberikan gambaran tentang materi yang dibahas, yaitu terdiri dari 4 bab. Secara garis besar masing-masing bab akan membahas hal-hal sebagai berikut:        
Bab I                       : Pendahuluan
Bab ini berisi mengenai latar belakang masalah, pembatasan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian dan sistematika penulisan tentang pembuatan aplikasi ini.
Bab II                      : Batasan Masalah
Bab ini berisi teori-teori yang berhubungan dengan judul penulisan ini dan mengenai android.
Bab III                    : Pembahasan Masalah
Pada bab ini berisi penjelasan mengenai aplikasi yang akan dibuat, yang terdiri dari tahapan perencanaan aplikasi, tahap perencanaan tampilan, tahap pembuatan aplikasi dan uji coba aplikasi.

Bab IV                    : Penutup

PENALARAN DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH

PENALARAN DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH


A. Pengertian dan Jenis Penalaran


Penalaran (reasioning) adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas).
Secara umum, ada dua jenis penalaran atau pengambilan kesimpulan, yakni penalaran induktif dan deduktif.
1. Penalaran Induktif dan Coraknya
Penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang khusus menuju sesuatu yang umum.
Penalaran Induktif dapat dilakukan dengan tiga cara:

a. Generalisasi

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah gejala atau peristiwa yang serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari gejala-gejala khusus yang diperoleh melalui pengalaman, observasi, wawancara, atau studi dokumentasi. Sumbernya dapat berupa dokumen, statistik, kesaksian, pendapat ahli, peristiwa-peristiwa politik, sosial ekonomi atau hukum. Dari berbagai gejala atau peristiwa khusus itu, orang membentuk opini, sikap, penilaian, keyakinan atau perasaan tertentu.
Beberapa contoh penalaran induktif dengan cara generalisasi adalah sebagai berikut:
1) Berdasarkan pengalaman, seorang ibu dapat membedakan atau menyimpulkan arti tangisan bayinya, sebagai ungkapan rasa lapar atau haus, sakit atau tidak nyaman.
2) Berdasarkan pengamatannya, seorang ilmuwan menemukan bahwa kambing, sapi, onta, kerbau, kucing, harimau, gajah, rusa, kera adalah binatang menyusui. Hewan-hewan itu menghasilkan turunannya melalui kelahiran. Dari temuannya itu, ia membuat generalisasi bahwa semua binatang menyusui mereproduksi turunannya melalui kelahiran.

b. Analogi

Analogi adalah suatu proses yag bertolak dari peristiwa atau gejala khusus yang satu sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan. Karena titik tolak penalaran ini adalah kesamaan karakteristik di antara dua hal, maka kesimpulannya akan menyiratkan ”Apa yang berlaku pada satu hal, akan pula berlaku untuk hal lainya”. Dengan demikian, dasar kesimpula yang digunakan merupakan ciri pokok atau esensial dari dua hal yang dianalogikan.
Beberapa contoh penalaran induktif dengan cara analogi adalah sebagai berikut:
1) Dalam riset medis, para peneliti mengamati berbagai efek dari bermacam bahan melalui eksperimen binatang seperti tikus dan kera, yang dalam beberapa hal memiliki kesamaan karakter anatomis dengan manusia. Dari kajian itu, akan ditarik kesimpulan bahwa efek bahan-bahan uji coba yang ditemukan pada binatang juga akan terjadi pada manusia.
2) Dr. Maria C. Diamond, seorang profesor anatomi dari University of California tertarik untuk meneliti pengaruh pil kontrasepsi terhadap pertumbuha cerebral cortex wanita, sebuah bagian otak yang mengatur kecerdasan. Dia menginjeksi sejumlah tikus betina dengan sebuah hormon yang isinya serupa dengan pil. Hasilnya tikus-tikus itu memperlihatkan pertumbuhan yang sangat rendah dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak diberi hormon itu. Berdasarkan studi itu, Dr. Diamond menyimpulkan bahwa pil kontrasepsi dapat menghambat perkembangan otak penggunanya.
Dalam contoh penelitian tersebut, Dr. Diamond menganalogikan anatomi tikus dengan manusia. Jadi apa yang terjadi pada tikus, akan terjadi pula pada manusia.

c. Hubungan Kausal (Sebab Akibat)

Penalaran induktif dengan melalui hubungan kausal (sebab akibat) merupakan penalaran yang bertolak dari hukum kausalitas bahwa semua peristiwa yang terjadi di dunia ini terjadi dalam rangkaian sebab akibat. Tak ada suatu gejala atau kejadian pun yang muncul tanpa penyebab.
Cara berpikir seperti itu sebenarnya lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya dalam dunia ilmu pengetahuan.
Contoh:
1) Ketika seorang ibu melihat awan tebal menggantung, dia segera memunguti pakaian yang sedang dijemurnya. Tindakannya itu terdorong oleh pengalamannya bahwa mendung tebal (sebab) adalah pertanda akan turun hujan (akibat).
2) Seorang petani menanam berbagai jenis pohon dipekarangannya, tanaman tersebut dia sirami, dia rawat dan dia beri pupuk. Anehnya, tanaman itu bukannya semakin segar, melainkan layu bahkan mati. Tanaman yang mati dia cabuti. Ia melihat ternyata akar-akarnya rusak da dipenuhi rayap. Berdasarkan temuannya itu, petani tersebut menyimpulkan bahwa biang keladi rusaknya tanaman (akibat) adalah rayap (sebab).
2. Penalaran Deduktif dan Coraknya
Penalaran deduksi adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, teori atau keyakinan) menuju hal-hal khusus. Berdasarkan sesuatu yang umum itu, ditariklah kesimpulan tentang hal-hal khusus yang merupakan bagian dari kasus atau peristiwa khusus itu.
Contoh :
Semua makhluk hidup akan mati
Manusia adalah makhluk hidup
Karena itu, semua manusi akan mati.
Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa proses penalaran itu berlangsung dalam tiga tahap.
Pertama, generalisasi sebagai pangkal bertolak (pernyataan pertama merupakan generalisasi yang bersumber dari keyakina atau pengetahuan yang sudah diketahui dan diakui kebenarannya.
Kedua, penerapan atau perincian generalisasi melalui kasus atau kejadian tertentu.
Ketiga, kesimpulan deduktif yang berlaku bagi kasus atau peristiwa khusus itu.
Penalaran deduktif dapat dilakukan dengan dua cara:

a. Silogisme

Silogisme adalah suatu proses penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi yang ketiga. Proposisi merupakan pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau dapat ditolak karena kesalahan yang terkandung didalamnya.
Dari pengertian di atas, silogisme terdiri atas tiga bagian yakni: premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Yang dimaksud dengan premis adalah proposisi yang menjadi dasar bagi argumentasi. Premis mayor mengandung term mayor dari silogisme, merupakan geeralisasi atau proposisis yang dianggap bear bagi semua unsur atau anggota kelas tertentu. Premis minor mengandung term minor atau tengah dari silogisme, berisi proposisi yang mengidentifikasi atau menuntuk sebuah kasus atau peristiwa khusus sebagai anggota dari kelas itu. Kesimpulan adalah proposisi yang menyatakan bahwa apa yang berlaku bagi seluruh kelas, akan berlaku pula bagi anggota-anggotanya.
Contoh:
Premis mayor : Semua cendekiawan adalah pemikir
Premis minor : Habibie adalah cendekiawan
Kesimpulan : Jadi, Habibie adalah pemikir.

b. Entinem

Entiem adalah suatu proses penalaran dengan menghilangkan bagian silogisme yang dianggap telah dipahami.
Contoh:
Berangkat dari bentuk silogisme secara lengkap:
Premis mayor : Semua renternir adalah penghisap darah dari orang yang
sedang kesusahan
Premis minor : Pak Sastro adalah renternir
Kesimpulan : Jadi, Pak Sastro adalah peghisap darah orang yag
kesusahan.
Kalau proses penalaran itu dirubah dalam bentuk entinem, maka bunyinya hanya menjadi ”Pak Sastro adalah renternir, yang menghisap darah orang yang sedang kesusahan.”B. Hubungan Menulis Karya Ilmiah dengan Penalaran
Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh pengamatan, peninjauan atau penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Atas dasar itu, sebuah karya tulis ilmiah harus memenuhi tiga syarat:
1. Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah
2. Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode ilmiah
3. Sosok tampilannya sesuai da telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan keilmuan.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa penalaran menjadi bagian penting dalam proses melahirkan sebuah karya ilmiah. Penalaran dimaksud adalah penalaran logis yang mengesampingkan unsur emosi, sentimen pribadi atau sentimen kelompok. Oleh karena itu, dalam menyusun karya ilmiah metode berpikir keilmuan yang menggabungkan cara berpikir/penalaran induktif dan deduktif, sama sekali tidak dapat ditinggalkan.
Metode berpikir keilmuan sendiri selalu ditandai dengan adanya:
1. Argumentasi teoritik yang benar, sahih dan relevan
2. Dukungan fakta empirik
3. Analisis kajia yang mempertautkan antara argumentasi teoritik dengan fakta empirik terhadap permasalahan yang dikaji.


C. Salah Nalar, Pengertian dan Macamnya


Salah nalar (reasioning atau logical fallacy) adalah kekeliruan dalam proses berpikir karena keliru menafsirkan atau menarik kesimpulan. Kekeliruan ini dapat terjadi karena faktor emosional, kecerobohan atau ketidaktahuan.

Contoh sederhana:

Seseorang mengatakan, ”Di sekolah, Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang terpenting. Tanpa menguasai Bahasa Indonesia seorang siswa tidak mungkin dapat memahami mata pelajaran lainnya dengan baik.”
Pernyataan tersebut tidaklah tepat. Bahwa Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran penting, memang benar. Tetapi kalau dikatakan terpenting, tampaknya perlu dipertanyakan.
Salah tafsir dapat terjadi karena kekeliruan induktif, deduktif, penafsiran relevansi dan peggunaan otoritas yang berlebihan.
Salah nalar dapat dibedakan atas 4 (empat) macam:
1. Generalisasi yang terlalu luas
Salah nalar ini terjadi karena kurangnya data yang dijadikan dasar generalisasi, sikap menggampangkan, malas mengumpulkan dan menguji data secara memadai, atau ingin segera meyakinkan orang lain dengan bahan yag terbatas. Paling tidak ada dua kesalahan generalisasi yang muncul:
a. Generalisasi sepintas (Hasty or sweeping generalization)
Kesalahan terjadi karena penulis membuat generalisasi berdasarkan data atau evidensi yang sangat sedikit.
Contoh: Semua anak yang jenius akan sukses dalam belajar.
Pernyataan tersebut tidaklah benar, karena kejeniusan atau tingkat intelegensi yang tinggi bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan belajar anak. Karena masih banyak faktor penentu lain yang teribat seperti: motivasi belajar, sarana prasarana belajar, keadaan lingkungan belajar, dan sebagainya.
b. Generalisasi apriori
Salah nalar ini terjadi ketika seorang penulis melakukan generalisasi atas gejala atau peristiwa yang belum diuji kebenaran atau kesalahannya. Kesalahan corak penalaran ini sering ditimbulkan oleh prasangka. Karena suatu anggota dari suatu suatu kelompok, keluarga, ras atau suku, agama, negara, organisasi, dan pekerjaan atau profesi, melakukan satu atau beberapa kesalahan, maka semua anggota kelompok itu disimpulkan sama.

Contoh: Semua pejabat pemerintah korup; Para remaja sekarang rusak moralnya; Zaman sekarang, tidak ada orang berbuat tanpa pamrih; dan sebagainya.

2. Kerancuan analogi
Kerancuan analogi disebabkan karena penggunaan analogi yang tidak tepat. Dua hal yang diperbandingkan tidak memiliki kesamaan esensial (pokok).
Contoh:
”Negara adalah kapal yang berlayar menuju tanah harapan. Jika nahkoda setiap kali harus meminta anak buahnya dalam menentukan arah berlayar, maka kapal itu tidak akan kunjung sampai. Karena itu demokrasi pemerintahan tidak diperlukan, karena menghambat.”
3. Kekeliruan kasualitas (sebab akibat)
Kekeliruan kasualitas terjadi karena kekeliruan menentukan sebab.
Contoh:
a. Saya tidak bisa berenang, karena tidak ada satupun keluarga saya yang dapat berenang.
b. Saya tidak dapat mengerjakan ujian karena lupa tidak sarapan
4. Kesalahan relevansi
Kesalahan relevansi akan terjadi apabila bukti yang diajukan tidak berhubungan atau tidak menunjang sebuah kesimpulan. Corak kesalahan ini dapat dirinci menjadi 3 (tiga) macam:
a. Pengabaian persoalan (ignoring the question)
Contoh:
Korupsi di Indonesia tidak bisa diberantas, karena pemerintah tidak memiliki undang-undang khusus tentang hal itu.
b. Penyembunyian persoalan (biding the question)
Contoh:
Tidak ada jalan lain untuk memberantas korupsi kecuali pemerintah menaikkan gaji pegawai negeri.

c. Kurang memahami persoalan

Salah nalar ini terjadi karena penulis mengemukakan pendapat tanpa memahami persoalan yang dihadapi dengan baik. Sehingga pendapat yang disampaikan tidak mengena atau berputar-putar dan tidak menjawab secara benar atau persoalan yang terjadi.
5. Penyandaran terhadap prestise seseorang
Salah nalar disini terjadi karena penulis menyandarkan pada pendapat seseorang yang hanya karena orang tersebut terkenal atau sebagai tokoh masyarakat namun bukan ahlinya.
Agar tidak terjadi salah nalar karena faktor penyebab ini, maka perlu di patuhi rambu-rambu sebagai berikut:
a. Orang itu diakui keahliannya oleh orang lain
b. Pernyataan yang dibuat berkenaan dengan keahliannya, dan relevan dengan persoalan yang dibahas.
c. Hasil pemikirannya dapat diuji kebenarannya
Hal tersebut mengindikasikan kita sebagai penulis tidak boleh asal mengutip semata-mata karena orang tersebut merupakan orang terpandang, terkenal atau kaya raya dan baik status sosial ekonominya.



SUMBER:http://hadi27.wordpress.com/penalaran-dalam-penulisan-karya-ilmiah/

Jumat, 04 April 2014

BAHASA


Bahasa
Pengertian bahasa menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
Bahasa menurut Owen dalam Stiawan (2006:1), menjelaskan definisi bahasa yaitu bahasa dapat didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan.
Kemudian pengertian bahasa menurut Tarigan (1989:4), beliau memberikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, juga untuk sistem generatif. Kedua, bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.
Menurut Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.
Definisi bahasa menurut Mackey(1986:12), Bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan atau sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem.
Pendapat lainnya tentang definisi bahasa diungkapkan oleh Syamsuddin (1986:2), beliau memberi dua pengertian bahasa. Pertama, bahasa adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Kedua, bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.
Sementara Pengabean (1981:5), berpendapat bahwa bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf.
Pendapat terakhir dari makalah singkat tentang bahasa ini diutarakan oleh Soejono (1983:01), bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.
Dari semua arti bahasa menurut para pakar dapat disimpulkan bahawa bahasa adalah  komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, kode, perasaan dan pendapat kepada orang lain.

Fungsi Bahasa
Setelah mengetahui berbagai arti bahasa dari para pakar maka kita dapat mengetahui bagaimana implementasinya pada kehidupan sehari-hari. Dengan itu kita harus mengetahui dahulu apa Fungsi bahasa yang utama dan pertama sudah terlihat dalam konsepsi  bahasa di atas, yaitu fungsi komunikasi dalam bahasa berlaku bagi semua  bahasa apapun dan dimanapun. Dalam berbagai literatur bahasa, ahli bahasa (linguis) bersepakat dengan fungsi bahasa berikut:

1.fungsi ekspresi dalam bahasa
2.fungsi komunikasi dalam bahasa
3.fungsi adaptasi dan integrasi dalam bahasa
4.fungsi kontrol sosial (direktif dalam bahasa) Disamping fungsi-fungsi utama tersebut,

Fungsi tambahan itu adalah:
1.Fungsi lebih mengenal kemampuan diri sendiri.
2.Fungsi lebih memahami orang lain.
3.Fungsi belajar mengamati dunia, bidang ilmudi sekitar dengan cermat.
4.Fungsi mengembangkan proses berpikir yang jelas, runtut, teratur, terarah, dan logis.
5.Fungsi mengembangkan atau memengaruhi orang lain dengan baik dan menarik (fatik).
6.Fungsi mengembangkan kemungkinan kecerdasan ganda.

1. Fungsi pernyatan ekspresi pernyataan ekspresi diri, menyatakan sesuatu yang akan disampaikan oleh penulis atau pembicara sebagai eksistensi diri dengan maksud:
a. Menarik perhatian orang lain (persuasif dan provokatif),
b. Membebaskan diri dari semua tekanan dalam diri seperti emosi,
c. Melatih diri untuk menyampaikan suatu ide dengan baik,
d. Menunjukkan keberanian (convidence) penyampaikan ide.

2. Fungsi komunikasi Maksudnya, komunikasi tidak akan terwujud tanpa dimulai dengan ekspresidiri. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi, yaitu komunikasi tidak akan sempurna jika ekspresi diri tidak diterima oleh orang lain. Oleh karena itu,komunikasi tercapai dengan baik bila ekspresi berterima.

3) Fungsi integrasi dan adaptasi sosial merupakan kekhususan dalam bersosialisasi baik dalam lingkungan sendiri maupun dalam lingkungan baru. Hal itu menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan sebagai sarana mampu menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan (masyarakat).

4) Fungsi kontrol sosial bermaksud memengaruhi perilaku  dan tindakan orang dalam masyarakat, sehingga seseorang itu terlibat dalam komunikasi dan dapat saling memahami.
Dengan kontrol sosial, bahasa mempunyai relasi dengan proses sosial suatu masyarakat seperti keahlian bicara, penerus tradisi tau kebudayaan, pengindentifikasi diri, dan penanam rasa keterlibatan (sense of belonging) pada masyarakat bahasanya.

Dalam bahasa Indonesia khususnya,  fungsi bahasa dapat dikembangkan atau dipertegas lagi ke dalam kedudukan atau posisi bahasa Indonesia. Posisi Bahasa Indonesia diidentifikasikan
menjadi bahasa persatuan, bahasa nasional, bahasa negara, dan bahasa standar. Keempat posisi bahasa Indonesia itu mempunyai fungsi masing-masing seperti berikut:
  • Fungsi bahasa persatuan adalah pemersatu suku bangsa, yaitu pemersatu suku, agama, rasa dan antar golongan (SARA) bagi suku bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
  • Fungsi Bahasa Nasional adalah fungsi jati diri Bangsa Indonesia bila berkomunikasi pada dunia luar Indonesia.
  • Fungsi bahasa negara adalah bahasa yang digunakan dalam administrasi negara untuk berbagai aktivitas dengan rincian berikut:
  • Fungsi bahasa baku (bahasa standar) merupakan bahasa yang digunakan dalam pertemuan sangat resmi.
jenis-jenis bahasa diantaranya yaitu : bahasa lisan/tulisan, bahasa isyarat, bahasa pemrograman, bahasa batin. Adapun pengertian dari keempat jenis bahasa tersebut :
·         Bahasa Lisan yaitu suatu komunikasi anatar manusia untuk mengutarakan maksudnya melalui kata kata yang terucap dari mulut.
·         Bahasa Tulisan merupakan suatu bentuk komunikasi yang terbentuk dari berbagai kosa kata yang disusun sehingga terbentuk suatu kalimat yang memiliki arti dan dituangkan kedalam bentuk tulisan.
·         Bahasa Isyarat merupakan suatu bentuk komunikasi yang menggunakan anggota tubuh seperti tangan dan gerak bibir.  
·         Bahasa Batin merupakan suatu interaksi mental secara langsung menggunakan isi hati kita, bahasa batin tidak memerlukan sarana kata kata seperti jenis bahasa yang lainnya. Istilah yang lebih mirip dengan komunikasi bahasa batin yaitu telepati.
Sedangkan jenis-jenis bahasa secara sosiolinguistik berkaitandengan faktor – faktor eksternal bahasa diantaranya sosiologis , politis , dan kultural .
ü  Jenis Bahasa Berdasarkan Sosiologis yaitu standarisasi terhadap penerimaan suatu bahasa akan seperangkat dengan kodifikasi dan penerimaan terhadap sebuah bahasa oleh masyarakat pemakai bahasa itu akan seperangkat kaidah atau norma yang menentukan pemakaian bahasa yang benar.
ü  Jenis Bahasa Berdasarkan Sikap Politik Bahasa berdasarkan sikap politik dapat dibedakan adanya bahasa nasional, bahasa resmi, bahasa Negara, bahasa persatuan.
ü  Sebagai sistem linguistik disebut sebagai bahasa nasional kalau sistem linguistik itu diangkat oleh suatu bangsa sebagai suatu identitas bangsa itu, bahasa melayu yang diangkat oleh bangsa Indonesia pengangkatan sebuah system linguistik menjadi bahasa nasional berkat sikap dan pemikiran politik yaitu agar dikenal sebagai sebuah bangsa berbeda dengan bangsa lain.
ü  Bahasa resmi adalah sebuah sebuah sistem linguistic yang ditetapkan untuk digunakan dalam suatu pertemuan seperti seminar konferensi, rapat, dan sebagainya.



Senin, 25 November 2013

DUNIA BARU SAHABAT BARU

DUNIA BARU SAHABAT BARU


Namaku tata,aku seorang mahasiswa suasta di Depok.Pada hari Kamis adalah hari pertama masuk kuliah ,ya masih dibilang masa orientasi .Ya aku baru masuk pertama kali di uiversitas ini.Dan aku belom punya teman.Masa(homofon) saat ini bisa dibilang mulai perjalanan hidup yang sebenarnya.
Pada  saat aku duduk di bawah pohon tiba-tiba ada seorang cewek yang duduk di sampingku .Dia melontarkan senyum kepadaku.Lalu aku mulai memberanikan diri untuk mulai menyapanya.
”Hai kuliah disini juga?”sapaku.
“Iya,aku kuliah disini juga,ngomong-ngomong nama kamu siapa?” kata dia sambil tersenyum kepadaku.
“Aku Tata anak fakultas Ilmu Komuter,kamu?” kataku sambil menyodorkan tangan.
“Aku Noi nah...kita sama ,aku juga anak Ilmu Komputer,kamu kelas berapa?”katanya sambil berjabat tangan.
“Aku kelas 1ka08,km ?”kataku.
“Sama aku juga 1ka08,wah kebetulan banget ya kita satu kelas”ujar Noi sambil melihat jam.
Waktu udah menunjukan pukul 7.80 WIB Noi dan Tata segera mencari kelas dan masuk kelas.Setelah ketemu ruang kelas mereka segera masuk dan segera mencari tempat duduk.Mereka duduk di baris nomor dua dari depan. Ada tiga perempuan yang duduk dibelakang mereka.
“Hai...”sapa Noi pada tiga perempuan itu.
“Hai...nama kamu siapa?”kata salah satu perempuan itu.
“Namu Noi,dan ini temanku namanya Tata” ujar Noi sambil merangkul Tata.
“Namaku Ratu,yang sebelah aku namanya Ratna,sebelanya Ratna namanya Eboy”ujar Ratu sambil tersenyum.
“Hai Ratu,Ratna,Eboy,aku Tata” katanya sambil tersenyum.
“Ini Ratu,Ratna,Eboy salam kenal ya “ kata Noi.
Di ruangan kelas seketika ramai ketika mahasiswa-mahasiwi sudah mulai masuki ruangan kelas.Ada seorang wanita yang duduk di sebelah kanan Noi,dan ada juga yang ada 3 wanita yang duduk di baris bangku paling depan.
“Nama kamu siapa?”kata wanita yang duduk di samping Noi.
“Namaku Noi,kamu?”jawab Noi .
“Namaku Ichel”jawabnya sambil tersenyum.
Tiba-tiba ada seorang dosen perempuan yang masuk kekelas.Dan seketika suasana kelas mulai tenang.Semua mahasiswa-mahasiswi mulai memperhatikan dosen.
“Selamat pagi anak-anak”kata dosen sambil berdiri didekat meja dosen.
“Pagi bu...”jawab mereka.
“Ini kelas 1ka08,saya Diah dosen Algoritma,dan kebetulan saya walikelas kalian.Kalian sudah pada kenal satu sama lain?”kata dosennya kepada sembari duduk di kursi dosen.
“Belum bu...”kata mereka.
“Yaudah sekarang kita perkenalan satu-satu mulai dari paling belakang ya dan setelah perkenalan saya akan membahas tata tertib yang harus ditaati saat perkuliahan saya”ujar ibu Diah sambil menunjuk baris paling belakang.
Meraka mulai maju kedepan dan memperkenalkan diri satu persatu.Setelah perkenalan selesai ibu Diah mulai membahas tata tertib disaat perkuliahan berlangsung.Jam sudah menunjukakan pukul 12.00 WIB  waktunya istirahat.Ibu Diah segea mengahiri perkuliahan.
“Sekian perkuliahan dari saya,sampe ketemu minggu depan,selamat siang...”kata ibu Diah sambil berjalan meninggalkan kelas.
“Siang bu...”jawab mereka.
Mahasiswa-mahasiswi mulai meninggalkan kelas untuk beristirahat.Ada sembilan perempuan yang masih berada didalam kelas.Dan mereka masih ngobrol dan berkemas-kemas untuk meninggalkan kelas.Tiba-tiba Tata menemui tiga cperempuan yang di baris depan untuk ngajak makan malam dam berkenalan.
“Hei diam aja sih kalian di depan ,ayuk ikut kita makan bareng”ujar Tata.
“Mau makan dimana? eh kita belom kenalan tau ,nama kamu siapa?”ujar salah satu perempuan itu.
“Namuku Tata,kalian siapa aja?” katanya sambil tersenyum.
“Namaku Dea,ini Eka,ini Ari” kata Dea sambil tersenyum.
Sembilan wanita cantik(konkrit) itu segera meninggalkan kelas dan bergegas mencari makan.Mereka sudah akrab satu sama lain.Sudah mulai bercanda bareng meskipun mereka beru berkenalan.Bahkan mereka sudah merencanakan main bareng(umum).Keesokan harinya mereka tambah akrab.Dan mereka sudah mengenal satu sama lain.Beberapa minggu kemudian mereka main ke Dufan(khusus), salah satu wahana hiburan yang berada di Jakarta.
Berawal dari main ke Dufan,dan suka main bareng terbentuklah persahabatan yang terdiri dari Tata, Ichel, Eboy, Ratu, Ratna, Noi, Dea, Eka, dan Ari. Dan setelah berbulan bulan bahkan sudah UTS dan UAS mereka masih akrab.Cerita bareng ,jalan bareng.Mereka sudah mengenal satu sama lain ,sudah mengetahui sifat dan watak mereka.Dan tidak cuman saat senang(sinonim) saja kita bersama,tapi ketika salah satu dari kita ada yang sedih(antonim) entah itu masalah pribadi atau yang lain kita tetap bersama.Berusaha selalu ada buat teman walau kita hanya bisa membantu sesuai kemampuan kita.
Bahkan udah masuk semester dua,dan di saat IPK kita turun kita saling memberi semangat buat yang IPKnya masih di bawah tiga,agar tidak berkecil hati(konotasi) dan tetep semangat .Kita belajar bareng ,saling membantu satu sama lain ketika kita mendapat tugas.Persahabat itu membuat kita sadar bahwa perbedaan agama,suku,bahkan derajat sekalipun itu tidak membuat persahabatan itu hancur,bahkan dengan perbedaan itu kita bisa menyadari bahwa kita bisa menutupi satu sama lain,saling menghargai,dan kita sadar kita membutuhkan mereka disaat kita susah bahkan di saat kita senang.
Sahabat itu bisa menjaga rahasia bahkan menjaga perasaan kita.Tidak menjelek-jelekan kita,bahkan menjatohkan nama baik kita.Tetapi sahabat itu saling menutupi kekurangan kita.
Bahkan kita sekarang udah menemukan nama buat persahabatan kita yaitu “Nieven”.Buat seru-seruan aja sih sebenernya.Sekarang kita udah masuk ke semester lima,udah mulai tua,dan kita kelasnya sudah terpecah ,tidak satu kelas lagi.Sedih sih ,tapi ya walau kita beda kelas komunikasi dan persahabatan tetap jalan terus.
Dan sekarang mulai berasa kesibukannya ,dan jarang sekali buat ketemu dan kumpul bareng lagi.Kalau bisa ngumpulpun tidk semuanya ikut.Tapi bangga melihat sahabat kita sukses,melihat si Eboy pergi ke-Singapur buat lomba paduan suara,Dea jaga Perpustakaan,sedangkan Tata,Ichel,Noi,Ari jaga Lab,Ratu dan Ratna sibuk Jualan Online,Eka sibuk teakwondo.Sesibuk apapun kita asal positif pasti saling mendukung.
Walaupun intensitas waktu kita buat main bareng sangat berkurang.Meskipun kalau kita ketemu cuman 1 jam ,tak merubah persahabatan kita.Ya tetap pada semboyan kita “Masuk kuliah bareng,Luluspun juga harus bareng”.Kata-kata itu salah satu impian(abstrak) kita bersama.
Intensitas kita berkurang untuk ketemu ,jadi merasakan mempunyai sahabat sejati meskipn kita jauh,jarang ketemu ,meskipun kita sibuk kita tetap setia dan tetap mendukung satu sama lain.Walaupun sudah mempunyai teman baru ,kita tidak saling melupakan .Tetap ada disaat kita menbutuhkan.
Jaga persahabatan kalian dan jaga kepercayaan sahabat kalian, jika kalian ingin mempunyai sahabat sejati ,yang mau menerima kekurangan dan kelebihan kita,yang selalu ada buat kita disaat kita susah atau senang.Mencari sahabat tidak mudah seperti membalikan telapak tangan.


NB:
Yang bold adalah contoh EYD
Yang bold dan underline adalah contoh dr diksi.