Senin, 29 April 2013

PERILAKU PRODUSEN



PERILAKU PRODUSEN
Perilaku produsen adalah kegiatan pengaturan produksi sehingga produk yang dihasilkan bermutu tinggi sehingga bisa diterima di masyarakan dan menghasilkan laba.
Seorang produsen mempunyai satu masalah pokok, yaitu bagaimana dengan sumber daya yang terbatas mereka mereka dapat mencapai hasil yang optimal atau keuntungan yang besar. Oleh karena itu laba adalah suatu ukuran keberhasilan bagi produsen. Seorang produsen dituntut untuk bisa membandingkan antara pengorbanan yang dilakukandengan hasil yang didapat. Berikut ini adalah beberapa contoh perilaku produsen:
  • Mencari keuntungan dengan pemakaian modal seminimal mungkin tapi dengan hasil semaksimal mungkin.
  • Mematok biaya produksi berdasarkan tingkat harga barang modal.
  • Member potongan harga kepada konsumen yang membeli produk dalam jumlah banyak.
  • Tidak hanya menghasilkan barang atau jasa yang sesuai kebutuhan, tetapi juga sesuai trend pasar saat ini.
  • Member diskon besar-besaran untuk produksi yang sudah lama mereka produksi.
  • Produsen juga mengadaptasi isu global atau keadaan sosial yang sedang terkenal saat itu untuk memasarkan barang atau jasa yang mereka jual.
PRODUKSI
Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sihingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat berupa terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang di hasilkan dari suatu proses produksi
Fungsi Produksi
Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi adalah:
·         Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs),
·         Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
·         Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.
·          Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan .dianggap bahwa fungsi produksi yang unik dapat dibangun untuk setiap teknologi produksi.
Produksi optimal
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :
  1. barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
  2. selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
  3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
LEAST COST COMBINATION
Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang
memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah
ditentukan.Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan
produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar
dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1
maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.


SUMBER:

Kamis, 28 Maret 2013

PERILAKU KONSUMEN


PERILAKU KONSUMEN

1        PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian,pemilihan,pembelian,penggunaan sertapengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Pengertian perilaku konsumen menurut James F Angel.et.al(1968;8) adalah tindakan individu secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang* jasa ekonomis ,termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan mementukan tindakan-tindakan tersebut.

2.PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN

            PENDEKATAN ORDINAL
Pendekatan ordinal adalah pendekatan yang daya guna suatu barang tidak perlu di ukur hanya untuk di ketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang di peroleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.
Teori perilaku konsumen dengan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :
·         Konsumen rasional mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya.
·         Kepuasan konsumen dapat di urutkan.
·         Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan yang sedikit ,artinya semakin banyak barang yang di konsumsi menunjukan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.

PENDEKATAN KARDINAL

Pendekatan kardinal adalah teori konsumen beranggapan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dengan satuan tertentu, misal harga atau suatu keputusan.Teori ini didasari oleh unsur subjektivitas artinya kepuasan atas mengkonsumsi barang tergantung pada siapa yang mengkonsumsinya.
Asumsi pendekatan kardinal adalah :
·         Konsumen selalu bertindak rasional
·         Konsumen mempunyai pengetahuan yang sempurna,barang dan harga barang.
·         Kepuasan konsumen dapat di ukur.
·         Anggaran pengeluaran konsumen selalu sama dengan penghasilan.
·         Guna batas uang konstan,guna batas barang menurun.

3.KONSEP ELASTISITAS

            Konsep elastisitas dalam ilmu ekonomi adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya.

            3.1 HARGA
            Elastisitas harga adalah tingkat kepekaan relatif dari jumlah yang diminta konsumen,akibat adanya perubahan tingkat barang.Dengan kata lain elastisitas harga adalah perubahan proposional dari sejumlah barang yang diminta dibagi dengan perubahan proposional dari harga.
            Ada tiga bentuk elastisitas harga permintaan :
·         Apabila perubahan harga mengakibatkan perubahan yang lebih besar gari jumlah barang yang diterima,disebut dengan elastisitas yang elastis,dimana besar koefisiennya adalah lebih besar dari satu (Eh>1)
·         Apabila presentase perubahan harga sama sama besarnya dengan presentase perubahan jumlah barang yang diminta,disebut elastisitas yang unity,dimana besar koefisiennya adalah sama dengan 1 (Eh=1).
·         Apabila presentase perubahan harga mengakibat perubahan kenaikan jumlah barang yang lebih kecil disebut dengan elastisitas yang in elastic dimana dimana besar koefisiennya lebih kecil dari 1 (Eh <1)

           3.2 SILANG
            Elastisitas silang adalah pengukuran tenteng derajat kepekaan relatif dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan tingkat harga barang yang lain.Dengan kata lain elastisitas silang adalah perubahan proposional dari jumlah barang X yang diminta konsumen dibagi dengan perubahan proposional dari harga Y.

            3.3 PENDAPATAN
            Elastisitas pendapatan dalam ilmu ekonomi adalah perubahan dalam permintaan sebagai akibat dari perubahan dalam pendapatan.Misalnya ,apabila pendapatan meningkat 10% permintaan suatu barang meningkat 20% maka elastisitas pendapatan adalah 20%.10% = 2.
            Ada dua faktor penting dalam elastisitas pendapatan antara lain :
·         Sifat perubahan biaya produksi
Penawaran akan tidak bersifat elastis apabila kenaikan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi.
·         Jangka waktu analisis
Dalam menganalisis pengaruh waktu kepada elastisitas penawaran.

SUMBER :

PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN


PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN

PENGERTIAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN

PENAWARAN
                Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yamh tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkataan harga dan pada waktu tertentu.
Ada faktor yang mempengruhi penawaran :
·         Harga barang itu sendiri
·         Harga sumber produksi
·         Tingkat produksi
·         Ekspetasi /perkiraan

PERMINTAAN

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu di beli oleh konsumen ,pada berbagai tingkat dan harga ,dan pada waktu tertentu.
Ada faktor yang mempengaruhi permintaan :
·         Harga barang itu sendiri
·         Harga barang lain yang berkaitan
·         Tingkat pendapatan
·         Selera konsumen
·         Ekspetasi/permintaan

HUKUM PERMINTAAN  DAN PENAWARAN

HUKUM PENAWARAN
                Hukum penawaran adalah jika semakin tinggi harga barang,jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak.Dan jika semakin rendah harga barang maka jumlah barang yang di tawarkan semakin sedikit.Hukum penawaran mempunyai keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan antara harga barang.Dengan demikin hukum Penawaran berbunyi :
“Semakin tinggi harga,semakin banyak jumlah jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya,semakin rendah tingkat harga,semakin sedikit jumlah barang yang bersedia di tawarkan.”
                Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor yang lain mempengaruhi penawaran tidak berubah.

HUKUM PERMINTAAN

                Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang hukum yang mempunyai hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta.Apabila harga naik maka jumlah brang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat.Dengan demikin hukum permintaan berbunyi :
“Semakin turun tingkat harga,maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta,dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”
                Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus.Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadan atau faktor-faktor selain harga tidak berlaku.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN

 Perilaku konsumen/selera konsumen
Dengan berubahnya selera konsumen atau suatu barang atau jasa tertentu,maka jumlah permintaan barang atau jasa pun berubah.Contoh :permintaan gadget.
·         Pendapatan atau penghasilan konsumen
Apabila pendapatan konsumen bertambah daya beli konsumen semakin meningkat  untuk membeli barang dan jasa.Contoh :Jika seseorang sudah menerima gaji di awal bulan maka tempat perbelanjaan banyak di kunjungi.
·         Perkiraan harga di masa depan
Apabila seseorang konsumen memperkirakan atau mengetahui harga kebutuhan akan naik ,maka konsumen akan membeli lebih banyak sebelum harga naik.Contoh : kenaikan BBM
·         Intensitas kebutuhan konsumen
Jika suatu barang atau jasa sangat dibutuhkan secara mendesak maka jumlah permintaan akan mengalami peningkatan.Contoh : Pada bulan romadhon permintaan buah dan sirup akan meningkat derastis dibandingkan bulan-bulan lalu.

FAKTOR YANG MEMEPENGARUHI PENAWARAN
·         Biaya produksi
Jika biaya produksi  suatu produk sangat tinggi maka mengakibatkan produsen akan menawarkan barang dalam jumlah sedikit dan terbatas.
·         Teknologi
Tingkat kemajuan teknologi perusahaan menentukan kemampuan berproduksi perusahaan tersebut.
·         Pajak
Pajak yang naik akan mengakibatkan harga jual lebih tinggi dan mengakibatkan perusahaan menawarkan lebih sedikit produknya dikarenakan permintaan konsumen lebih sedikit.
·         Harga barang pengganti atau pelengkap
Jika produksi barang pengganti mengalami kenaikan maka produsen akan memproduksi lebih banyak karena konsumen akan beralih ke barang pengganti karena lebih murah.
·         Perkiraan barang di masa depan
Ketika harga jual akan naik dimasa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan meningkatkan produksi  dengan harapan bisa menjual lebih banyak ketika harga produksi naik akibat berbagai faktor.

PENENTUAN HARGA KESEIMBANGAN

                Dalam ilmu ekonomi harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran.Terbentuknya harga kualitan di pasar merupakan harga kesepakatan dengan pembeli dan penjual dimana kualitas yang diminta dan ditawarkan sama besarnya.

CONTOH SOAL  PERMINTAAN DAN PENAWARAN


CONTOH SOAL PERMINTAAN
Pada saat harga Jeruk Rp. 5.000 perKg permintaan akan jeruk tersebut sebanyak  1000Kg, tetapi pada saat harga jeruk meningkat menjadi Rp. 7.000 Per Kg permintaan akan jeruk menurun menjadi  600Kg,  buatlah fungsi permntaannya ?
Pembahasan :
Dari soal diatas diperoleh data :
P1 = Rp. 5.000      Q1 = 1000 Kg
P2 = Rp. 7.000      Q2 = 600 Kg
untuk  menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus persamaan garis melalui dua titik, yakni :
y - y1            x - x1
------    =    --------
y2 - y1         x2 - x1

dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat,
P - P1           Q - Q1
-------    =    --------
P2 - P1         Q2 - Q1

mari kita masukan data diatas kedalam rumus :
    P    -     5.000                     Q - 1000
-----------------------  = ----------------
   7.000 -  5.000                   600 - 1000

           P - 5.000                 Q - 1000
----------------------- = ----------------
             2.000                        -400

 P - 5.000 (-400)    =  2.000 (Q - 1000)
-400P + 2.000.000 = 2000Q - 2.000.000
2000Q = 2000.000 + 2.000.000 - 400P
Q = 1/2000 (4.000.000 - 400P)
Q = 2000 - 0,2P
============
Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintan Qd = 2000 - 0,2P

CONTOH SOAL PENAWARAN
Pada saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual Durian sebanyak 100 buah, dan pada saat harga durian Rp. 4.000 perbuah toko A mampu menjual Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ?
Jawab :
dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :
P1 = 3.000     Q1 = 100 buah
P2 = 4.000     Q2 = 200 buah
Langkah selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a:
 P - P1        Q - Q1
--------  =  --------- 
P2 - P1      Q2 - Q1

    P  - 3.000         Q - 100
--------------  = -------------
4.000 - 3.000      200 - 100

     P - 3.000           Q - 100 
--------------   =  -------------
        1.000                 100

(P - 3.000)(100) = (Q - 100) (1.000)
100P - 300.000  = 1.000Q - 100.000
1.000Q = -300.000 + 100.000 + 100P
1.000Q = -200.000 + 100P
Q = 1/1000 (-200.000 + 100P )
Q = -200 + 0.1P
============
Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -200 + 0,1Pd 




SEMBER :

Minggu, 24 Maret 2013

BAB I. RUANG LINGKUP EKONOMI


RUANG LINGKUP EKONOMI

1.DEFINISI DAN METOLOGI EKONOMI
PENGERTIAN EKONOMI
            Ekonomi pada awalnya berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos dan nomos,oikos yang berarti rumah tangga atau keluarga sedangkan nomos yang berarti hukum,aturan , dan peraturan.Jadi bisa diartikan ekonomi itu adalah manajeman rumah tangga atau aturan rumah tangga.
METOLOGI EKONOMI
            Metologi ekonomi sering di sebut juga The queen of social sciences ,ilmu ekonomi sudah mengembangkan metode kualitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi.Jan Tinbergen salah satu pelopor utama ilmu ekonometri setelah Perang Dunia II, ia yang mengombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi.Sedangkan metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General aquilibrium atau keseimbangan umum yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat dari satu agen ekonomi ke agen yang lain.Dari duam metode tersebut kemudian bisa berkembang pesat sehingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya.
2.MASALAH POKOK EKONOMI DAN PENGARUH MEKANISME HARGA
MASALAH POKOK EKONOMI
            Ada tiga maslah pokok ekonomi yaitu produksi,konsumsi,distribusi.
·         Produksi ,yang menyangkut masalah usaha atau kegiatan menambah atau menciptakan suatu benda.
·         Konsumsi,menyangkut kegiatan menghabiskan dan mengurangi kegunaan suatu benda.
·         Distribusi,menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen.
PENGARUH MEKANISME HARGA
            Krisis finansial pada tahun 2007 telah mengakibatkan perlambatan ekonomi global secara bertahap.Diperkirakan daya beli masyarakat menurun.Banyak pihak yang megatakan krisis hanya bisa terjadi pada negara maju seperti Amerika Serikat.Namun perlu di ketahui sebagian besar negara yang kekuatan pasarnya sedang berkembang atau tumbuh menguasai 60%  pasar ekspor ke Amerika Serikat dan negara maju lainnya.Jadi jika terjadi penurunan permintaan pasti akan berdampak terhadap permintaan barang dari negara-negara sedang bertumbuh.Tentu hal itu menyebabkan menurunnya kinerja berbagai sektor usaha khususnya industri.
3.SISTEM PEREKONOMIAN
SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan untuk suatu negara untuk mengalokasi sumber daya yang dimiliki baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.Perbedaan sistem ekonomi yang satu dengan sistem ekonomi yang lain adalah bagaimana sistem itu mengatasi dan mengatur faktor produksinya.Sistem ekonomi lainnya mengatakan semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.Selain faktor produksi ,sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasinya.Sebuat perekonomian terencana memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor produksi dan alokasi hasil produksi.Sementara pada perekonomian pasar yang mengatur faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.


SUMBER :

Senin, 07 Januari 2013

KONFLIK ORGANISASI


PENGERTIAN KONFLIK ORGANISASI
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli.
1.     Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
2.     Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
3.     Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
4.     Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.
5.     Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan
Jenis Konflik

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :
1.                  Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
2.                  Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan–perbedaan kepribadian.Konflik ini berasal dari adanya konflik antar peranan ( seperti antara manajer dan bawahan ).
3.                  Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh, seorang individu mungkin dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma – norma kelompok.
4.                  Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompokatau antar organisasi.
5.                  Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan jasa, harga–harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien.

Sumber Konflik

Penyebab terjadinya konflik dalam organisasi, yaitu :
1.                  Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan,
2.                  Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula,
3.                  Perbedaan kepentingan individu atau kelompok,
4.                  Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat, dan
5.                  Perbedaan pola interaksi yang satu dengan yang lainnya.

Strategi Penyelesaian Konflik

Ada beberapa cara untuk menangani konflik yaitu :
1.                  Introspeksi diri,
2.                  Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat,
3.                  Identifikasi sumber konflik,
Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam penanganan konflik :

a. Berkompetisi
Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di atas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika situasi saat itu membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satu pihak lebih utama dan pilihan kita sangat vital. Hanya perlu diperhatikan situasi menang – kalah (win-lose solution) akan terjadi disini. Pihak yang kalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya (kepentingan organisasi) di atas kepentingan bawahan.

b. Menghindari konflik
Tindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situsasi
tersebut secara fisik ataupun psikologis. Sifat tindakan ini hanyalah
menunda konflik yang terjadi. Situasi menang kalah terjadi lagi disini.
Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana, mebekukan konflik untuk sementara. Dampak kurang baik bisa terjadi jika pada saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena merasa masih memiliki hutang menyelesaikan persoalan tersebut.

c. Akomodasi
Yaitu jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri
agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga
sebagai self sacrifying behaviour. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa
kepentingan pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak tersebut.

d. Kompromi
Tindakan ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut sama –sama penting dan hubungan baik menjadi yang utama.
Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi menang-menang (win-win solution).

e. Berkolaborasi
Menciptakan situasi menang-menang dengan saling bekerja sama.
Pilihan tindakan ada pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing tindakan. Jika terjadi konflik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan antar pribadi menjadai hal yang harus kita pertimbangkan.
Motivasi

         Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan..

Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi.

Teori - Teori Motivasi

A. Teori motivasi Abraham maslow (1943-1970)
Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid,
·                     Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
·                     Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
·                     Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
·                     Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
·                     Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)
B. Teori motivasi Herzberg (1966)
Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).

C. Teori motivasi Douglas Mc Gregor
Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer :
·                     karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja
·                      karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
·                     Karyawan akan menghindari tanggung jawab.
·                     Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.
Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :
·                     karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.
·                     Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran.
·                     Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.
·                     Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.
D. Teori achievement Mc Clelland (1961)
Teori achievement yang dikemukakan oleh Mc Clelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu :
·                     Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
·                     Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)
·                     Need for Power (dorongan untuk mengatur) 
E. Clayton Alderfer ERG
Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth). Teori ini sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerakk yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke situasi.  

F. Teori Motivasi Vroom (1964)
Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:
·                     Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
·                     Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).
·                     Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan.

Studi Kasus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Masa jabatan pimpinan KPK jilid II (Periode 2007-2011) akan segera berakhir pada Desember mendatang. Namun, belum ada tanda-tanda bahwa kasus Bank Century yang ditangani KPK akan naik ke tingkat penyidikan.
“Belum, belum akan naik ke penyidikan,” kata Ketua KPK Busyro Muqoddas di kantornya, Jakarta, Senin (31/10).

Namun demikian, Busyro mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan penanganan kasus yang masih dalam tingkat penyelidikan tersebut. Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan terus berupaya mendapatkan bukti cukup untuk meningkatkan kasus itu menjadi penyidikan dengan ditetapkannya seorang tersangka. “Jalan terus kok, gak berhenti,” kata Busyro.

KPK hingga kini mengaku belum menemukan adanya indikasi korupsi dalam penggelontoran dana talangan untuk Bank Century tersebut. Banyak saksi yang sudah diperiksa.
Mereka diantaranya mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular; mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang saat penggelontoran dana menjabat sebagai Ketua KSSK; dan Wapres Boediono yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia; serta mantan Wapres Jusuf Kalla.

 Opini
Menurut pendapat saya kerja KPK sangat lambat, sedangkan masa jabatan pimpinanya akan segera berakhir tetapi kasus Bank Century belum naik tahapannya ke tingkat penyidikan. Dalam kasus ini menurut saya terjadi konflik internal dan eksternal pada badan KPK dan beberapa orang yang terkait dalam kasus tersebut, yaitu terdapat hal-hal yang menghambat jalanya proses pada kasus Bank Century dan susahnya mendapat keterangan dari orang-orang yang terkait dalam kasus tersebut, padahal keterangan yang disampaikan belum tentu benar apa adanya tapi ada apa-apanya.

SUMBER :


Senin, 29 April 2013

PERILAKU PRODUSEN



PERILAKU PRODUSEN
Perilaku produsen adalah kegiatan pengaturan produksi sehingga produk yang dihasilkan bermutu tinggi sehingga bisa diterima di masyarakan dan menghasilkan laba.
Seorang produsen mempunyai satu masalah pokok, yaitu bagaimana dengan sumber daya yang terbatas mereka mereka dapat mencapai hasil yang optimal atau keuntungan yang besar. Oleh karena itu laba adalah suatu ukuran keberhasilan bagi produsen. Seorang produsen dituntut untuk bisa membandingkan antara pengorbanan yang dilakukandengan hasil yang didapat. Berikut ini adalah beberapa contoh perilaku produsen:
  • Mencari keuntungan dengan pemakaian modal seminimal mungkin tapi dengan hasil semaksimal mungkin.
  • Mematok biaya produksi berdasarkan tingkat harga barang modal.
  • Member potongan harga kepada konsumen yang membeli produk dalam jumlah banyak.
  • Tidak hanya menghasilkan barang atau jasa yang sesuai kebutuhan, tetapi juga sesuai trend pasar saat ini.
  • Member diskon besar-besaran untuk produksi yang sudah lama mereka produksi.
  • Produsen juga mengadaptasi isu global atau keadaan sosial yang sedang terkenal saat itu untuk memasarkan barang atau jasa yang mereka jual.
PRODUKSI
Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sihingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat berupa terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang di hasilkan dari suatu proses produksi
Fungsi Produksi
Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi adalah:
·         Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs),
·         Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
·         Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.
·          Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan .dianggap bahwa fungsi produksi yang unik dapat dibangun untuk setiap teknologi produksi.
Produksi optimal
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :
  1. barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
  2. selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
  3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
LEAST COST COMBINATION
Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang
memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah
ditentukan.Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan
produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar
dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1
maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.


SUMBER:

Kamis, 28 Maret 2013

PERILAKU KONSUMEN


PERILAKU KONSUMEN

1        PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian,pemilihan,pembelian,penggunaan sertapengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Pengertian perilaku konsumen menurut James F Angel.et.al(1968;8) adalah tindakan individu secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang* jasa ekonomis ,termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan mementukan tindakan-tindakan tersebut.

2.PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN

            PENDEKATAN ORDINAL
Pendekatan ordinal adalah pendekatan yang daya guna suatu barang tidak perlu di ukur hanya untuk di ketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang di peroleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.
Teori perilaku konsumen dengan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :
·         Konsumen rasional mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya.
·         Kepuasan konsumen dapat di urutkan.
·         Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan yang sedikit ,artinya semakin banyak barang yang di konsumsi menunjukan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.

PENDEKATAN KARDINAL

Pendekatan kardinal adalah teori konsumen beranggapan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dengan satuan tertentu, misal harga atau suatu keputusan.Teori ini didasari oleh unsur subjektivitas artinya kepuasan atas mengkonsumsi barang tergantung pada siapa yang mengkonsumsinya.
Asumsi pendekatan kardinal adalah :
·         Konsumen selalu bertindak rasional
·         Konsumen mempunyai pengetahuan yang sempurna,barang dan harga barang.
·         Kepuasan konsumen dapat di ukur.
·         Anggaran pengeluaran konsumen selalu sama dengan penghasilan.
·         Guna batas uang konstan,guna batas barang menurun.

3.KONSEP ELASTISITAS

            Konsep elastisitas dalam ilmu ekonomi adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya.

            3.1 HARGA
            Elastisitas harga adalah tingkat kepekaan relatif dari jumlah yang diminta konsumen,akibat adanya perubahan tingkat barang.Dengan kata lain elastisitas harga adalah perubahan proposional dari sejumlah barang yang diminta dibagi dengan perubahan proposional dari harga.
            Ada tiga bentuk elastisitas harga permintaan :
·         Apabila perubahan harga mengakibatkan perubahan yang lebih besar gari jumlah barang yang diterima,disebut dengan elastisitas yang elastis,dimana besar koefisiennya adalah lebih besar dari satu (Eh>1)
·         Apabila presentase perubahan harga sama sama besarnya dengan presentase perubahan jumlah barang yang diminta,disebut elastisitas yang unity,dimana besar koefisiennya adalah sama dengan 1 (Eh=1).
·         Apabila presentase perubahan harga mengakibat perubahan kenaikan jumlah barang yang lebih kecil disebut dengan elastisitas yang in elastic dimana dimana besar koefisiennya lebih kecil dari 1 (Eh <1)

           3.2 SILANG
            Elastisitas silang adalah pengukuran tenteng derajat kepekaan relatif dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan tingkat harga barang yang lain.Dengan kata lain elastisitas silang adalah perubahan proposional dari jumlah barang X yang diminta konsumen dibagi dengan perubahan proposional dari harga Y.

            3.3 PENDAPATAN
            Elastisitas pendapatan dalam ilmu ekonomi adalah perubahan dalam permintaan sebagai akibat dari perubahan dalam pendapatan.Misalnya ,apabila pendapatan meningkat 10% permintaan suatu barang meningkat 20% maka elastisitas pendapatan adalah 20%.10% = 2.
            Ada dua faktor penting dalam elastisitas pendapatan antara lain :
·         Sifat perubahan biaya produksi
Penawaran akan tidak bersifat elastis apabila kenaikan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi.
·         Jangka waktu analisis
Dalam menganalisis pengaruh waktu kepada elastisitas penawaran.

SUMBER :

PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN


PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN

PENGERTIAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN

PENAWARAN
                Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yamh tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkataan harga dan pada waktu tertentu.
Ada faktor yang mempengruhi penawaran :
·         Harga barang itu sendiri
·         Harga sumber produksi
·         Tingkat produksi
·         Ekspetasi /perkiraan

PERMINTAAN

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu di beli oleh konsumen ,pada berbagai tingkat dan harga ,dan pada waktu tertentu.
Ada faktor yang mempengaruhi permintaan :
·         Harga barang itu sendiri
·         Harga barang lain yang berkaitan
·         Tingkat pendapatan
·         Selera konsumen
·         Ekspetasi/permintaan

HUKUM PERMINTAAN  DAN PENAWARAN

HUKUM PENAWARAN
                Hukum penawaran adalah jika semakin tinggi harga barang,jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak.Dan jika semakin rendah harga barang maka jumlah barang yang di tawarkan semakin sedikit.Hukum penawaran mempunyai keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan antara harga barang.Dengan demikin hukum Penawaran berbunyi :
“Semakin tinggi harga,semakin banyak jumlah jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya,semakin rendah tingkat harga,semakin sedikit jumlah barang yang bersedia di tawarkan.”
                Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor yang lain mempengaruhi penawaran tidak berubah.

HUKUM PERMINTAAN

                Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang hukum yang mempunyai hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta.Apabila harga naik maka jumlah brang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat.Dengan demikin hukum permintaan berbunyi :
“Semakin turun tingkat harga,maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta,dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”
                Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus.Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadan atau faktor-faktor selain harga tidak berlaku.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN

 Perilaku konsumen/selera konsumen
Dengan berubahnya selera konsumen atau suatu barang atau jasa tertentu,maka jumlah permintaan barang atau jasa pun berubah.Contoh :permintaan gadget.
·         Pendapatan atau penghasilan konsumen
Apabila pendapatan konsumen bertambah daya beli konsumen semakin meningkat  untuk membeli barang dan jasa.Contoh :Jika seseorang sudah menerima gaji di awal bulan maka tempat perbelanjaan banyak di kunjungi.
·         Perkiraan harga di masa depan
Apabila seseorang konsumen memperkirakan atau mengetahui harga kebutuhan akan naik ,maka konsumen akan membeli lebih banyak sebelum harga naik.Contoh : kenaikan BBM
·         Intensitas kebutuhan konsumen
Jika suatu barang atau jasa sangat dibutuhkan secara mendesak maka jumlah permintaan akan mengalami peningkatan.Contoh : Pada bulan romadhon permintaan buah dan sirup akan meningkat derastis dibandingkan bulan-bulan lalu.

FAKTOR YANG MEMEPENGARUHI PENAWARAN
·         Biaya produksi
Jika biaya produksi  suatu produk sangat tinggi maka mengakibatkan produsen akan menawarkan barang dalam jumlah sedikit dan terbatas.
·         Teknologi
Tingkat kemajuan teknologi perusahaan menentukan kemampuan berproduksi perusahaan tersebut.
·         Pajak
Pajak yang naik akan mengakibatkan harga jual lebih tinggi dan mengakibatkan perusahaan menawarkan lebih sedikit produknya dikarenakan permintaan konsumen lebih sedikit.
·         Harga barang pengganti atau pelengkap
Jika produksi barang pengganti mengalami kenaikan maka produsen akan memproduksi lebih banyak karena konsumen akan beralih ke barang pengganti karena lebih murah.
·         Perkiraan barang di masa depan
Ketika harga jual akan naik dimasa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan meningkatkan produksi  dengan harapan bisa menjual lebih banyak ketika harga produksi naik akibat berbagai faktor.

PENENTUAN HARGA KESEIMBANGAN

                Dalam ilmu ekonomi harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran.Terbentuknya harga kualitan di pasar merupakan harga kesepakatan dengan pembeli dan penjual dimana kualitas yang diminta dan ditawarkan sama besarnya.

CONTOH SOAL  PERMINTAAN DAN PENAWARAN


CONTOH SOAL PERMINTAAN
Pada saat harga Jeruk Rp. 5.000 perKg permintaan akan jeruk tersebut sebanyak  1000Kg, tetapi pada saat harga jeruk meningkat menjadi Rp. 7.000 Per Kg permintaan akan jeruk menurun menjadi  600Kg,  buatlah fungsi permntaannya ?
Pembahasan :
Dari soal diatas diperoleh data :
P1 = Rp. 5.000      Q1 = 1000 Kg
P2 = Rp. 7.000      Q2 = 600 Kg
untuk  menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus persamaan garis melalui dua titik, yakni :
y - y1            x - x1
------    =    --------
y2 - y1         x2 - x1

dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat,
P - P1           Q - Q1
-------    =    --------
P2 - P1         Q2 - Q1

mari kita masukan data diatas kedalam rumus :
    P    -     5.000                     Q - 1000
-----------------------  = ----------------
   7.000 -  5.000                   600 - 1000

           P - 5.000                 Q - 1000
----------------------- = ----------------
             2.000                        -400

 P - 5.000 (-400)    =  2.000 (Q - 1000)
-400P + 2.000.000 = 2000Q - 2.000.000
2000Q = 2000.000 + 2.000.000 - 400P
Q = 1/2000 (4.000.000 - 400P)
Q = 2000 - 0,2P
============
Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintan Qd = 2000 - 0,2P

CONTOH SOAL PENAWARAN
Pada saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual Durian sebanyak 100 buah, dan pada saat harga durian Rp. 4.000 perbuah toko A mampu menjual Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ?
Jawab :
dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :
P1 = 3.000     Q1 = 100 buah
P2 = 4.000     Q2 = 200 buah
Langkah selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a:
 P - P1        Q - Q1
--------  =  --------- 
P2 - P1      Q2 - Q1

    P  - 3.000         Q - 100
--------------  = -------------
4.000 - 3.000      200 - 100

     P - 3.000           Q - 100 
--------------   =  -------------
        1.000                 100

(P - 3.000)(100) = (Q - 100) (1.000)
100P - 300.000  = 1.000Q - 100.000
1.000Q = -300.000 + 100.000 + 100P
1.000Q = -200.000 + 100P
Q = 1/1000 (-200.000 + 100P )
Q = -200 + 0.1P
============
Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -200 + 0,1Pd 




SEMBER :

Minggu, 24 Maret 2013

BAB I. RUANG LINGKUP EKONOMI


RUANG LINGKUP EKONOMI

1.DEFINISI DAN METOLOGI EKONOMI
PENGERTIAN EKONOMI
            Ekonomi pada awalnya berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos dan nomos,oikos yang berarti rumah tangga atau keluarga sedangkan nomos yang berarti hukum,aturan , dan peraturan.Jadi bisa diartikan ekonomi itu adalah manajeman rumah tangga atau aturan rumah tangga.
METOLOGI EKONOMI
            Metologi ekonomi sering di sebut juga The queen of social sciences ,ilmu ekonomi sudah mengembangkan metode kualitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi.Jan Tinbergen salah satu pelopor utama ilmu ekonometri setelah Perang Dunia II, ia yang mengombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi.Sedangkan metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General aquilibrium atau keseimbangan umum yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat dari satu agen ekonomi ke agen yang lain.Dari duam metode tersebut kemudian bisa berkembang pesat sehingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya.
2.MASALAH POKOK EKONOMI DAN PENGARUH MEKANISME HARGA
MASALAH POKOK EKONOMI
            Ada tiga maslah pokok ekonomi yaitu produksi,konsumsi,distribusi.
·         Produksi ,yang menyangkut masalah usaha atau kegiatan menambah atau menciptakan suatu benda.
·         Konsumsi,menyangkut kegiatan menghabiskan dan mengurangi kegunaan suatu benda.
·         Distribusi,menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen.
PENGARUH MEKANISME HARGA
            Krisis finansial pada tahun 2007 telah mengakibatkan perlambatan ekonomi global secara bertahap.Diperkirakan daya beli masyarakat menurun.Banyak pihak yang megatakan krisis hanya bisa terjadi pada negara maju seperti Amerika Serikat.Namun perlu di ketahui sebagian besar negara yang kekuatan pasarnya sedang berkembang atau tumbuh menguasai 60%  pasar ekspor ke Amerika Serikat dan negara maju lainnya.Jadi jika terjadi penurunan permintaan pasti akan berdampak terhadap permintaan barang dari negara-negara sedang bertumbuh.Tentu hal itu menyebabkan menurunnya kinerja berbagai sektor usaha khususnya industri.
3.SISTEM PEREKONOMIAN
SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan untuk suatu negara untuk mengalokasi sumber daya yang dimiliki baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.Perbedaan sistem ekonomi yang satu dengan sistem ekonomi yang lain adalah bagaimana sistem itu mengatasi dan mengatur faktor produksinya.Sistem ekonomi lainnya mengatakan semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.Selain faktor produksi ,sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasinya.Sebuat perekonomian terencana memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor produksi dan alokasi hasil produksi.Sementara pada perekonomian pasar yang mengatur faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.


SUMBER :

Senin, 07 Januari 2013

KONFLIK ORGANISASI


PENGERTIAN KONFLIK ORGANISASI
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli.
1.     Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
2.     Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
3.     Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
4.     Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.
5.     Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan
Jenis Konflik

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :
1.                  Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
2.                  Konflik antar individu dalam organisasi yang sama, dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan–perbedaan kepribadian.Konflik ini berasal dari adanya konflik antar peranan ( seperti antara manajer dan bawahan ).
3.                  Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh, seorang individu mungkin dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma – norma kelompok.
4.                  Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompokatau antar organisasi.
5.                  Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan jasa, harga–harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien.

Sumber Konflik

Penyebab terjadinya konflik dalam organisasi, yaitu :
1.                  Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan,
2.                  Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula,
3.                  Perbedaan kepentingan individu atau kelompok,
4.                  Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat, dan
5.                  Perbedaan pola interaksi yang satu dengan yang lainnya.

Strategi Penyelesaian Konflik

Ada beberapa cara untuk menangani konflik yaitu :
1.                  Introspeksi diri,
2.                  Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat,
3.                  Identifikasi sumber konflik,
Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang dapat kita lakukan dalam penanganan konflik :

a. Berkompetisi
Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di atas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika situasi saat itu membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satu pihak lebih utama dan pilihan kita sangat vital. Hanya perlu diperhatikan situasi menang – kalah (win-lose solution) akan terjadi disini. Pihak yang kalah akan merasa dirugikan dan dapat menjadi konflik yang berkepanjangan. Tindakan ini bisa dilakukan dalam hubungan atasan bawahan, dimana atasan menempatkan kepentingannya (kepentingan organisasi) di atas kepentingan bawahan.

b. Menghindari konflik
Tindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindari dari situsasi
tersebut secara fisik ataupun psikologis. Sifat tindakan ini hanyalah
menunda konflik yang terjadi. Situasi menang kalah terjadi lagi disini.
Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana, mebekukan konflik untuk sementara. Dampak kurang baik bisa terjadi jika pada saat yang kurang tepat konflik meletus kembali, ditambah lagi jika salah satu pihak menjadi stres karena merasa masih memiliki hutang menyelesaikan persoalan tersebut.

c. Akomodasi
Yaitu jika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri
agar pihak lain mendapat keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga
sebagai self sacrifying behaviour. Hal ini dilakukan jika kita merasa bahwa
kepentingan pihak lain lebih utama atau kita ingin tetap menjaga hubungan baik dengan pihak tersebut.

d. Kompromi
Tindakan ini dapat dilakukan jika ke dua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut sama –sama penting dan hubungan baik menjadi yang utama.
Masing-masing pihak akan mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapatkan situasi menang-menang (win-win solution).

e. Berkolaborasi
Menciptakan situasi menang-menang dengan saling bekerja sama.
Pilihan tindakan ada pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing tindakan. Jika terjadi konflik pada lingkungan kerja, kepentingan dan hubungan antar pribadi menjadai hal yang harus kita pertimbangkan.
Motivasi

         Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan..

Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi.

Teori - Teori Motivasi

A. Teori motivasi Abraham maslow (1943-1970)
Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid,
·                     Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
·                     Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
·                     Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
·                     Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
·                     Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)
B. Teori motivasi Herzberg (1966)
Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).

C. Teori motivasi Douglas Mc Gregor
Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer :
·                     karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja
·                      karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
·                     Karyawan akan menghindari tanggung jawab.
·                     Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.
Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :
·                     karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.
·                     Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran.
·                     Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.
·                     Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.
D. Teori achievement Mc Clelland (1961)
Teori achievement yang dikemukakan oleh Mc Clelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu :
·                     Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
·                     Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)
·                     Need for Power (dorongan untuk mengatur) 
E. Clayton Alderfer ERG
Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth). Teori ini sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerakk yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke situasi.  

F. Teori Motivasi Vroom (1964)
Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:
·                     Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
·                     Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).
·                     Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan.

Studi Kasus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Masa jabatan pimpinan KPK jilid II (Periode 2007-2011) akan segera berakhir pada Desember mendatang. Namun, belum ada tanda-tanda bahwa kasus Bank Century yang ditangani KPK akan naik ke tingkat penyidikan.
“Belum, belum akan naik ke penyidikan,” kata Ketua KPK Busyro Muqoddas di kantornya, Jakarta, Senin (31/10).

Namun demikian, Busyro mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan penanganan kasus yang masih dalam tingkat penyelidikan tersebut. Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan terus berupaya mendapatkan bukti cukup untuk meningkatkan kasus itu menjadi penyidikan dengan ditetapkannya seorang tersangka. “Jalan terus kok, gak berhenti,” kata Busyro.

KPK hingga kini mengaku belum menemukan adanya indikasi korupsi dalam penggelontoran dana talangan untuk Bank Century tersebut. Banyak saksi yang sudah diperiksa.
Mereka diantaranya mantan pemilik Bank Century, Robert Tantular; mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang saat penggelontoran dana menjabat sebagai Ketua KSSK; dan Wapres Boediono yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia; serta mantan Wapres Jusuf Kalla.

 Opini
Menurut pendapat saya kerja KPK sangat lambat, sedangkan masa jabatan pimpinanya akan segera berakhir tetapi kasus Bank Century belum naik tahapannya ke tingkat penyidikan. Dalam kasus ini menurut saya terjadi konflik internal dan eksternal pada badan KPK dan beberapa orang yang terkait dalam kasus tersebut, yaitu terdapat hal-hal yang menghambat jalanya proses pada kasus Bank Century dan susahnya mendapat keterangan dari orang-orang yang terkait dalam kasus tersebut, padahal keterangan yang disampaikan belum tentu benar apa adanya tapi ada apa-apanya.

SUMBER :