Senin, 29 April 2013

ONGKOS DAN PENERIMAAN




1.       ONGKOS
Ongkos adalah kurva yang menunjukkan saling berhubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.
macam-macam ongkos sebagai berikut :
·         Total Fixed Cost (Ongkos Total Tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan, sewa, dsb.
·         Total Variable Cost (Ongkos Variabel Total) adalah jumlah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja, dsb.
·         Total Cost (Ongkos Total) adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC
·         Averege Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-Rata) adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output.
·         Averege Fixed Cost (Ongkos Variable Rata-Rata) adalah ongkos variable yang dibedakan untuk setiap unit output.
·         Average Total Cost (Ongkos Total Rata-Rata) adalah ongkos produkisi yang dibebankan untuk setiap unit output.


·         Marginal Cost (Ongkos Marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.
Kurva Ongkos
Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.

Gambar 1. Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang
Gambar 2. KurvaBiaya Total
Gambar 3. Kurva Ongkos Variabel Rata-Rata
Gambar 4. Long Run Average Cost Curve
Gambar 5. Kemungkinan Kapasitas Produksi

2.PENERIMAAN
                Penerimaan adalah hasil yang di dapatkan oleh produsen dari penjualan barang atau outputnya kepada konsumen.
Jenis-jenis Penerimaan
·         Total penerimaan (Total revenue : TR), yaitu total penerimaan dari hasil penjualan.Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual.
Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).
·         Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.
·          Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output.
Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal.
Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :
·         Positif;
·         Sama dengan nol;
·         Negatif.

KEUNTUNGAN MAXIMUM
·       PENDEKATAN TOTAL
Laba Total (p)    adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC.  Pada selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR = TC perusahaan berada pada titik impas.
Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai berikut:
·         Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.
·          Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC.
Hasil Penjualan Total,seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barangjang diproduksikannja dinamakan hasil penjualan total (TR:yaitu dari perkataan Total Revenue).Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan.Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik O.
Mencari Keuntungan Dengan Pendekatan Total
Kurva TC berada di atas kurva TR menggambarkan bahwa perusahaan mengalami kerugian. Produksi mencapai diantara 2 sampai 9 unit kurva TC berada di bawah kurva TR,perusahaan memperoleh keuntungan.Menentukan Keuntungan Maksimum dengan Kurva Biaya dan Penjualan Total.Garis tegak di antara TC dan TR,garis tegak yang terpanjang produksi adalah 7 unit,menggambarkan keuntungan yang paling maksimum.Produksi mencapai 10 unit atau lebih kurva TC telah beada di atas kurva TR kembali, perusahaan mengalami kerugian kembali.Perpotongan di antara kurva TC dan kurva TR dinamakan titik impas (break-even point) yang menggambarkan biaya total yang dikeluarkan perusahaan adalah sama dengan hasil penjualan  total yang diterimanya.Perpotongan tersebut berlaku di dua titik,yaitu titik A dan titik B.

·        Pendekatan Marginal
Perusahaan memaksimumkan keuntungan pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC).Biaya Marginal (MC) adalah perubahan biaya total perunit perubahan output. 
Penerimaan Marginal (MR) adalah perubahan penerimaan total per unit output atau penjualan.Hasil Penjualan Marjinal,satu konsep (istilah) mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marjinal (MR yang merupakan singkatan dari perkataan Marjinal’Revenue), yaitu tambahan hasil penjualanjangdiperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barangyang diproduksikannya.Dalam pasar persaingan sempurna berlaku keadaan berikut harga hasil penjualan rata-rata hasil penjualan marjinal.Kurva d() = AR0 = MRn menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 3000, dan kurva d0 = AR0 = MR0 menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 6000.
Mencari Keuntungan Maksimum Dengan Pendekatan Marginal
Pendekatan Biaya Marjinal dan Hasil Penjualan Marjinal.Dalam jangka pendek terdapat empat kemungkinan dalam corak keuntungan atau kerugian perusahaan (atau keadaan keseimbangan perusahaan),yaitu; :
·         Mendapat untung luar biasa (untung melebihi normal)
·         Mendapat untung normal
·         Mengalami kerugaian tetapi masih dapat membayar biaya berubah
·         Dalam keadaan menutup atau membubarkan perusahaan.



·        Pendekatan Rata-rata
Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan. Dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan dinyatakan sebagai AR^. Kalau harga barang yang dijual perusahaan adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MRj adalah kurva permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga Rp 6000.Dalam mencari keuntungan maksimum dengan pendekatan rata-rata,yaitu menggabungkan antara pasar persaingan sempurna dengan persaingan pasar tidak sempurna.

SUMBER:
http://agungdimas.wordpress.com/2011/04/21/ongkos-dan-penerimaan/








PERILAKU PRODUSEN



PERILAKU PRODUSEN
Perilaku produsen adalah kegiatan pengaturan produksi sehingga produk yang dihasilkan bermutu tinggi sehingga bisa diterima di masyarakan dan menghasilkan laba.
Seorang produsen mempunyai satu masalah pokok, yaitu bagaimana dengan sumber daya yang terbatas mereka mereka dapat mencapai hasil yang optimal atau keuntungan yang besar. Oleh karena itu laba adalah suatu ukuran keberhasilan bagi produsen. Seorang produsen dituntut untuk bisa membandingkan antara pengorbanan yang dilakukandengan hasil yang didapat. Berikut ini adalah beberapa contoh perilaku produsen:
  • Mencari keuntungan dengan pemakaian modal seminimal mungkin tapi dengan hasil semaksimal mungkin.
  • Mematok biaya produksi berdasarkan tingkat harga barang modal.
  • Member potongan harga kepada konsumen yang membeli produk dalam jumlah banyak.
  • Tidak hanya menghasilkan barang atau jasa yang sesuai kebutuhan, tetapi juga sesuai trend pasar saat ini.
  • Member diskon besar-besaran untuk produksi yang sudah lama mereka produksi.
  • Produsen juga mengadaptasi isu global atau keadaan sosial yang sedang terkenal saat itu untuk memasarkan barang atau jasa yang mereka jual.
PRODUKSI
Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sihingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat berupa terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang di hasilkan dari suatu proses produksi
Fungsi Produksi
Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi adalah:
·         Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs),
·         Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
·         Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.
·          Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan .dianggap bahwa fungsi produksi yang unik dapat dibangun untuk setiap teknologi produksi.
Produksi optimal
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :
  1. barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
  2. selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
  3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
LEAST COST COMBINATION
Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang
memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah
ditentukan.Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan
produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar
dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1
maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.


SUMBER:

Kamis, 28 Maret 2013

PERILAKU KONSUMEN


PERILAKU KONSUMEN

1        PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian,pemilihan,pembelian,penggunaan sertapengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Pengertian perilaku konsumen menurut James F Angel.et.al(1968;8) adalah tindakan individu secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang* jasa ekonomis ,termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan mementukan tindakan-tindakan tersebut.

2.PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN

            PENDEKATAN ORDINAL
Pendekatan ordinal adalah pendekatan yang daya guna suatu barang tidak perlu di ukur hanya untuk di ketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang di peroleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.
Teori perilaku konsumen dengan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :
·         Konsumen rasional mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya.
·         Kepuasan konsumen dapat di urutkan.
·         Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan yang sedikit ,artinya semakin banyak barang yang di konsumsi menunjukan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.

PENDEKATAN KARDINAL

Pendekatan kardinal adalah teori konsumen beranggapan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dengan satuan tertentu, misal harga atau suatu keputusan.Teori ini didasari oleh unsur subjektivitas artinya kepuasan atas mengkonsumsi barang tergantung pada siapa yang mengkonsumsinya.
Asumsi pendekatan kardinal adalah :
·         Konsumen selalu bertindak rasional
·         Konsumen mempunyai pengetahuan yang sempurna,barang dan harga barang.
·         Kepuasan konsumen dapat di ukur.
·         Anggaran pengeluaran konsumen selalu sama dengan penghasilan.
·         Guna batas uang konstan,guna batas barang menurun.

3.KONSEP ELASTISITAS

            Konsep elastisitas dalam ilmu ekonomi adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya.

            3.1 HARGA
            Elastisitas harga adalah tingkat kepekaan relatif dari jumlah yang diminta konsumen,akibat adanya perubahan tingkat barang.Dengan kata lain elastisitas harga adalah perubahan proposional dari sejumlah barang yang diminta dibagi dengan perubahan proposional dari harga.
            Ada tiga bentuk elastisitas harga permintaan :
·         Apabila perubahan harga mengakibatkan perubahan yang lebih besar gari jumlah barang yang diterima,disebut dengan elastisitas yang elastis,dimana besar koefisiennya adalah lebih besar dari satu (Eh>1)
·         Apabila presentase perubahan harga sama sama besarnya dengan presentase perubahan jumlah barang yang diminta,disebut elastisitas yang unity,dimana besar koefisiennya adalah sama dengan 1 (Eh=1).
·         Apabila presentase perubahan harga mengakibat perubahan kenaikan jumlah barang yang lebih kecil disebut dengan elastisitas yang in elastic dimana dimana besar koefisiennya lebih kecil dari 1 (Eh <1)

           3.2 SILANG
            Elastisitas silang adalah pengukuran tenteng derajat kepekaan relatif dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan tingkat harga barang yang lain.Dengan kata lain elastisitas silang adalah perubahan proposional dari jumlah barang X yang diminta konsumen dibagi dengan perubahan proposional dari harga Y.

            3.3 PENDAPATAN
            Elastisitas pendapatan dalam ilmu ekonomi adalah perubahan dalam permintaan sebagai akibat dari perubahan dalam pendapatan.Misalnya ,apabila pendapatan meningkat 10% permintaan suatu barang meningkat 20% maka elastisitas pendapatan adalah 20%.10% = 2.
            Ada dua faktor penting dalam elastisitas pendapatan antara lain :
·         Sifat perubahan biaya produksi
Penawaran akan tidak bersifat elastis apabila kenaikan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi.
·         Jangka waktu analisis
Dalam menganalisis pengaruh waktu kepada elastisitas penawaran.

SUMBER :

PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN


PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN

PENGERTIAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN

PENAWARAN
                Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yamh tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkataan harga dan pada waktu tertentu.
Ada faktor yang mempengruhi penawaran :
·         Harga barang itu sendiri
·         Harga sumber produksi
·         Tingkat produksi
·         Ekspetasi /perkiraan

PERMINTAAN

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu di beli oleh konsumen ,pada berbagai tingkat dan harga ,dan pada waktu tertentu.
Ada faktor yang mempengaruhi permintaan :
·         Harga barang itu sendiri
·         Harga barang lain yang berkaitan
·         Tingkat pendapatan
·         Selera konsumen
·         Ekspetasi/permintaan

HUKUM PERMINTAAN  DAN PENAWARAN

HUKUM PENAWARAN
                Hukum penawaran adalah jika semakin tinggi harga barang,jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak.Dan jika semakin rendah harga barang maka jumlah barang yang di tawarkan semakin sedikit.Hukum penawaran mempunyai keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan antara harga barang.Dengan demikin hukum Penawaran berbunyi :
“Semakin tinggi harga,semakin banyak jumlah jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya,semakin rendah tingkat harga,semakin sedikit jumlah barang yang bersedia di tawarkan.”
                Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor yang lain mempengaruhi penawaran tidak berubah.

HUKUM PERMINTAAN

                Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang hukum yang mempunyai hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta.Apabila harga naik maka jumlah brang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat.Dengan demikin hukum permintaan berbunyi :
“Semakin turun tingkat harga,maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta,dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”
                Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus.Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadan atau faktor-faktor selain harga tidak berlaku.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN

 Perilaku konsumen/selera konsumen
Dengan berubahnya selera konsumen atau suatu barang atau jasa tertentu,maka jumlah permintaan barang atau jasa pun berubah.Contoh :permintaan gadget.
·         Pendapatan atau penghasilan konsumen
Apabila pendapatan konsumen bertambah daya beli konsumen semakin meningkat  untuk membeli barang dan jasa.Contoh :Jika seseorang sudah menerima gaji di awal bulan maka tempat perbelanjaan banyak di kunjungi.
·         Perkiraan harga di masa depan
Apabila seseorang konsumen memperkirakan atau mengetahui harga kebutuhan akan naik ,maka konsumen akan membeli lebih banyak sebelum harga naik.Contoh : kenaikan BBM
·         Intensitas kebutuhan konsumen
Jika suatu barang atau jasa sangat dibutuhkan secara mendesak maka jumlah permintaan akan mengalami peningkatan.Contoh : Pada bulan romadhon permintaan buah dan sirup akan meningkat derastis dibandingkan bulan-bulan lalu.

FAKTOR YANG MEMEPENGARUHI PENAWARAN
·         Biaya produksi
Jika biaya produksi  suatu produk sangat tinggi maka mengakibatkan produsen akan menawarkan barang dalam jumlah sedikit dan terbatas.
·         Teknologi
Tingkat kemajuan teknologi perusahaan menentukan kemampuan berproduksi perusahaan tersebut.
·         Pajak
Pajak yang naik akan mengakibatkan harga jual lebih tinggi dan mengakibatkan perusahaan menawarkan lebih sedikit produknya dikarenakan permintaan konsumen lebih sedikit.
·         Harga barang pengganti atau pelengkap
Jika produksi barang pengganti mengalami kenaikan maka produsen akan memproduksi lebih banyak karena konsumen akan beralih ke barang pengganti karena lebih murah.
·         Perkiraan barang di masa depan
Ketika harga jual akan naik dimasa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan meningkatkan produksi  dengan harapan bisa menjual lebih banyak ketika harga produksi naik akibat berbagai faktor.

PENENTUAN HARGA KESEIMBANGAN

                Dalam ilmu ekonomi harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran.Terbentuknya harga kualitan di pasar merupakan harga kesepakatan dengan pembeli dan penjual dimana kualitas yang diminta dan ditawarkan sama besarnya.

CONTOH SOAL  PERMINTAAN DAN PENAWARAN


CONTOH SOAL PERMINTAAN
Pada saat harga Jeruk Rp. 5.000 perKg permintaan akan jeruk tersebut sebanyak  1000Kg, tetapi pada saat harga jeruk meningkat menjadi Rp. 7.000 Per Kg permintaan akan jeruk menurun menjadi  600Kg,  buatlah fungsi permntaannya ?
Pembahasan :
Dari soal diatas diperoleh data :
P1 = Rp. 5.000      Q1 = 1000 Kg
P2 = Rp. 7.000      Q2 = 600 Kg
untuk  menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus persamaan garis melalui dua titik, yakni :
y - y1            x - x1
------    =    --------
y2 - y1         x2 - x1

dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat,
P - P1           Q - Q1
-------    =    --------
P2 - P1         Q2 - Q1

mari kita masukan data diatas kedalam rumus :
    P    -     5.000                     Q - 1000
-----------------------  = ----------------
   7.000 -  5.000                   600 - 1000

           P - 5.000                 Q - 1000
----------------------- = ----------------
             2.000                        -400

 P - 5.000 (-400)    =  2.000 (Q - 1000)
-400P + 2.000.000 = 2000Q - 2.000.000
2000Q = 2000.000 + 2.000.000 - 400P
Q = 1/2000 (4.000.000 - 400P)
Q = 2000 - 0,2P
============
Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintan Qd = 2000 - 0,2P

CONTOH SOAL PENAWARAN
Pada saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual Durian sebanyak 100 buah, dan pada saat harga durian Rp. 4.000 perbuah toko A mampu menjual Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ?
Jawab :
dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :
P1 = 3.000     Q1 = 100 buah
P2 = 4.000     Q2 = 200 buah
Langkah selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a:
 P - P1        Q - Q1
--------  =  --------- 
P2 - P1      Q2 - Q1

    P  - 3.000         Q - 100
--------------  = -------------
4.000 - 3.000      200 - 100

     P - 3.000           Q - 100 
--------------   =  -------------
        1.000                 100

(P - 3.000)(100) = (Q - 100) (1.000)
100P - 300.000  = 1.000Q - 100.000
1.000Q = -300.000 + 100.000 + 100P
1.000Q = -200.000 + 100P
Q = 1/1000 (-200.000 + 100P )
Q = -200 + 0.1P
============
Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -200 + 0,1Pd 




SEMBER :

Minggu, 24 Maret 2013

BAB I. RUANG LINGKUP EKONOMI


RUANG LINGKUP EKONOMI

1.DEFINISI DAN METOLOGI EKONOMI
PENGERTIAN EKONOMI
            Ekonomi pada awalnya berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos dan nomos,oikos yang berarti rumah tangga atau keluarga sedangkan nomos yang berarti hukum,aturan , dan peraturan.Jadi bisa diartikan ekonomi itu adalah manajeman rumah tangga atau aturan rumah tangga.
METOLOGI EKONOMI
            Metologi ekonomi sering di sebut juga The queen of social sciences ,ilmu ekonomi sudah mengembangkan metode kualitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi.Jan Tinbergen salah satu pelopor utama ilmu ekonometri setelah Perang Dunia II, ia yang mengombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi.Sedangkan metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General aquilibrium atau keseimbangan umum yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat dari satu agen ekonomi ke agen yang lain.Dari duam metode tersebut kemudian bisa berkembang pesat sehingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya.
2.MASALAH POKOK EKONOMI DAN PENGARUH MEKANISME HARGA
MASALAH POKOK EKONOMI
            Ada tiga maslah pokok ekonomi yaitu produksi,konsumsi,distribusi.
·         Produksi ,yang menyangkut masalah usaha atau kegiatan menambah atau menciptakan suatu benda.
·         Konsumsi,menyangkut kegiatan menghabiskan dan mengurangi kegunaan suatu benda.
·         Distribusi,menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen.
PENGARUH MEKANISME HARGA
            Krisis finansial pada tahun 2007 telah mengakibatkan perlambatan ekonomi global secara bertahap.Diperkirakan daya beli masyarakat menurun.Banyak pihak yang megatakan krisis hanya bisa terjadi pada negara maju seperti Amerika Serikat.Namun perlu di ketahui sebagian besar negara yang kekuatan pasarnya sedang berkembang atau tumbuh menguasai 60%  pasar ekspor ke Amerika Serikat dan negara maju lainnya.Jadi jika terjadi penurunan permintaan pasti akan berdampak terhadap permintaan barang dari negara-negara sedang bertumbuh.Tentu hal itu menyebabkan menurunnya kinerja berbagai sektor usaha khususnya industri.
3.SISTEM PEREKONOMIAN
SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan untuk suatu negara untuk mengalokasi sumber daya yang dimiliki baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.Perbedaan sistem ekonomi yang satu dengan sistem ekonomi yang lain adalah bagaimana sistem itu mengatasi dan mengatur faktor produksinya.Sistem ekonomi lainnya mengatakan semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.Selain faktor produksi ,sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasinya.Sebuat perekonomian terencana memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor produksi dan alokasi hasil produksi.Sementara pada perekonomian pasar yang mengatur faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.


SUMBER :

Senin, 29 April 2013

ONGKOS DAN PENERIMAAN




1.       ONGKOS
Ongkos adalah kurva yang menunjukkan saling berhubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.
macam-macam ongkos sebagai berikut :
·         Total Fixed Cost (Ongkos Total Tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan, sewa, dsb.
·         Total Variable Cost (Ongkos Variabel Total) adalah jumlah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja, dsb.
·         Total Cost (Ongkos Total) adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC
·         Averege Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-Rata) adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output.
·         Averege Fixed Cost (Ongkos Variable Rata-Rata) adalah ongkos variable yang dibedakan untuk setiap unit output.
·         Average Total Cost (Ongkos Total Rata-Rata) adalah ongkos produkisi yang dibebankan untuk setiap unit output.


·         Marginal Cost (Ongkos Marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.
Kurva Ongkos
Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.

Gambar 1. Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang
Gambar 2. KurvaBiaya Total
Gambar 3. Kurva Ongkos Variabel Rata-Rata
Gambar 4. Long Run Average Cost Curve
Gambar 5. Kemungkinan Kapasitas Produksi

2.PENERIMAAN
                Penerimaan adalah hasil yang di dapatkan oleh produsen dari penjualan barang atau outputnya kepada konsumen.
Jenis-jenis Penerimaan
·         Total penerimaan (Total revenue : TR), yaitu total penerimaan dari hasil penjualan.Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual.
Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).
·         Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.
·          Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output.
Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal.
Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :
·         Positif;
·         Sama dengan nol;
·         Negatif.

KEUNTUNGAN MAXIMUM
·       PENDEKATAN TOTAL
Laba Total (p)    adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC.  Pada selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR = TC perusahaan berada pada titik impas.
Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai berikut:
·         Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum.
·          Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC.
Hasil Penjualan Total,seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barangjang diproduksikannja dinamakan hasil penjualan total (TR:yaitu dari perkataan Total Revenue).Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan.Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik O.
Mencari Keuntungan Dengan Pendekatan Total
Kurva TC berada di atas kurva TR menggambarkan bahwa perusahaan mengalami kerugian. Produksi mencapai diantara 2 sampai 9 unit kurva TC berada di bawah kurva TR,perusahaan memperoleh keuntungan.Menentukan Keuntungan Maksimum dengan Kurva Biaya dan Penjualan Total.Garis tegak di antara TC dan TR,garis tegak yang terpanjang produksi adalah 7 unit,menggambarkan keuntungan yang paling maksimum.Produksi mencapai 10 unit atau lebih kurva TC telah beada di atas kurva TR kembali, perusahaan mengalami kerugian kembali.Perpotongan di antara kurva TC dan kurva TR dinamakan titik impas (break-even point) yang menggambarkan biaya total yang dikeluarkan perusahaan adalah sama dengan hasil penjualan  total yang diterimanya.Perpotongan tersebut berlaku di dua titik,yaitu titik A dan titik B.

·        Pendekatan Marginal
Perusahaan memaksimumkan keuntungan pada saat penerimaan marginal (MR) sama dengan biaya marginal (MC).Biaya Marginal (MC) adalah perubahan biaya total perunit perubahan output. 
Penerimaan Marginal (MR) adalah perubahan penerimaan total per unit output atau penjualan.Hasil Penjualan Marjinal,satu konsep (istilah) mengenai hasil penjualan yang sangat penting untuk diketahui dalam analisis penentuan harga dan produksi oleh suatu perusahaan adalah pengertian hasil penjualan marjinal (MR yang merupakan singkatan dari perkataan Marjinal’Revenue), yaitu tambahan hasil penjualanjangdiperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barangyang diproduksikannya.Dalam pasar persaingan sempurna berlaku keadaan berikut harga hasil penjualan rata-rata hasil penjualan marjinal.Kurva d() = AR0 = MRn menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 3000, dan kurva d0 = AR0 = MR0 menggambarkan kesamaan tersebut pada harga Rp 6000.
Mencari Keuntungan Maksimum Dengan Pendekatan Marginal
Pendekatan Biaya Marjinal dan Hasil Penjualan Marjinal.Dalam jangka pendek terdapat empat kemungkinan dalam corak keuntungan atau kerugian perusahaan (atau keadaan keseimbangan perusahaan),yaitu; :
·         Mendapat untung luar biasa (untung melebihi normal)
·         Mendapat untung normal
·         Mengalami kerugaian tetapi masih dapat membayar biaya berubah
·         Dalam keadaan menutup atau membubarkan perusahaan.



·        Pendekatan Rata-rata
Hasil Penjualan Rata-rata,untuk suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna hasil penjualan rata-rata (AR) adalah harga barang yang diproduksi perusahaan adalah Rp 3000 maka d0=AR0= MRQ adalah kurva permintaan yang dihadapi perusahaan. Dengan demikian kurva ini adalah kurva hasil penjualan rata-rata pada harga barang sebanyak Rp 3000 (dan dinyatakan sebagai AR^. Kalau harga barang yang dijual perusahaan adalah Rp 6000, kurva d} = AR} = MRj adalah kurva permintaan dan juga kurva hasil penjualan rata-rata pada harga Rp 6000.Dalam mencari keuntungan maksimum dengan pendekatan rata-rata,yaitu menggabungkan antara pasar persaingan sempurna dengan persaingan pasar tidak sempurna.

SUMBER:
http://agungdimas.wordpress.com/2011/04/21/ongkos-dan-penerimaan/








PERILAKU PRODUSEN



PERILAKU PRODUSEN
Perilaku produsen adalah kegiatan pengaturan produksi sehingga produk yang dihasilkan bermutu tinggi sehingga bisa diterima di masyarakan dan menghasilkan laba.
Seorang produsen mempunyai satu masalah pokok, yaitu bagaimana dengan sumber daya yang terbatas mereka mereka dapat mencapai hasil yang optimal atau keuntungan yang besar. Oleh karena itu laba adalah suatu ukuran keberhasilan bagi produsen. Seorang produsen dituntut untuk bisa membandingkan antara pengorbanan yang dilakukandengan hasil yang didapat. Berikut ini adalah beberapa contoh perilaku produsen:
  • Mencari keuntungan dengan pemakaian modal seminimal mungkin tapi dengan hasil semaksimal mungkin.
  • Mematok biaya produksi berdasarkan tingkat harga barang modal.
  • Member potongan harga kepada konsumen yang membeli produk dalam jumlah banyak.
  • Tidak hanya menghasilkan barang atau jasa yang sesuai kebutuhan, tetapi juga sesuai trend pasar saat ini.
  • Member diskon besar-besaran untuk produksi yang sudah lama mereka produksi.
  • Produsen juga mengadaptasi isu global atau keadaan sosial yang sedang terkenal saat itu untuk memasarkan barang atau jasa yang mereka jual.
PRODUKSI
Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sihingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat berupa terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang di hasilkan dari suatu proses produksi
Fungsi Produksi
Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi adalah:
·         Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs),
·         Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
·         Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.
·          Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan .dianggap bahwa fungsi produksi yang unik dapat dibangun untuk setiap teknologi produksi.
Produksi optimal
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :
  1. barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
  2. selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
  3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
LEAST COST COMBINATION
Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang
memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah
ditentukan.Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan
produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar
dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1
maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.


SUMBER:

Kamis, 28 Maret 2013

PERILAKU KONSUMEN


PERILAKU KONSUMEN

1        PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian,pemilihan,pembelian,penggunaan sertapengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Pengertian perilaku konsumen menurut James F Angel.et.al(1968;8) adalah tindakan individu secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang* jasa ekonomis ,termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan mementukan tindakan-tindakan tersebut.

2.PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN

            PENDEKATAN ORDINAL
Pendekatan ordinal adalah pendekatan yang daya guna suatu barang tidak perlu di ukur hanya untuk di ketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang di peroleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.
Teori perilaku konsumen dengan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :
·         Konsumen rasional mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya.
·         Kepuasan konsumen dapat di urutkan.
·         Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan yang sedikit ,artinya semakin banyak barang yang di konsumsi menunjukan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.

PENDEKATAN KARDINAL

Pendekatan kardinal adalah teori konsumen beranggapan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dengan satuan tertentu, misal harga atau suatu keputusan.Teori ini didasari oleh unsur subjektivitas artinya kepuasan atas mengkonsumsi barang tergantung pada siapa yang mengkonsumsinya.
Asumsi pendekatan kardinal adalah :
·         Konsumen selalu bertindak rasional
·         Konsumen mempunyai pengetahuan yang sempurna,barang dan harga barang.
·         Kepuasan konsumen dapat di ukur.
·         Anggaran pengeluaran konsumen selalu sama dengan penghasilan.
·         Guna batas uang konstan,guna batas barang menurun.

3.KONSEP ELASTISITAS

            Konsep elastisitas dalam ilmu ekonomi adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya.

            3.1 HARGA
            Elastisitas harga adalah tingkat kepekaan relatif dari jumlah yang diminta konsumen,akibat adanya perubahan tingkat barang.Dengan kata lain elastisitas harga adalah perubahan proposional dari sejumlah barang yang diminta dibagi dengan perubahan proposional dari harga.
            Ada tiga bentuk elastisitas harga permintaan :
·         Apabila perubahan harga mengakibatkan perubahan yang lebih besar gari jumlah barang yang diterima,disebut dengan elastisitas yang elastis,dimana besar koefisiennya adalah lebih besar dari satu (Eh>1)
·         Apabila presentase perubahan harga sama sama besarnya dengan presentase perubahan jumlah barang yang diminta,disebut elastisitas yang unity,dimana besar koefisiennya adalah sama dengan 1 (Eh=1).
·         Apabila presentase perubahan harga mengakibat perubahan kenaikan jumlah barang yang lebih kecil disebut dengan elastisitas yang in elastic dimana dimana besar koefisiennya lebih kecil dari 1 (Eh <1)

           3.2 SILANG
            Elastisitas silang adalah pengukuran tenteng derajat kepekaan relatif dari jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan tingkat harga barang yang lain.Dengan kata lain elastisitas silang adalah perubahan proposional dari jumlah barang X yang diminta konsumen dibagi dengan perubahan proposional dari harga Y.

            3.3 PENDAPATAN
            Elastisitas pendapatan dalam ilmu ekonomi adalah perubahan dalam permintaan sebagai akibat dari perubahan dalam pendapatan.Misalnya ,apabila pendapatan meningkat 10% permintaan suatu barang meningkat 20% maka elastisitas pendapatan adalah 20%.10% = 2.
            Ada dua faktor penting dalam elastisitas pendapatan antara lain :
·         Sifat perubahan biaya produksi
Penawaran akan tidak bersifat elastis apabila kenaikan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi.
·         Jangka waktu analisis
Dalam menganalisis pengaruh waktu kepada elastisitas penawaran.

SUMBER :

PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN


PENENTUAN HARGA PERMINTAAN DAN PENAWARAN

PENGERTIAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN

PENAWARAN
                Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yamh tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkataan harga dan pada waktu tertentu.
Ada faktor yang mempengruhi penawaran :
·         Harga barang itu sendiri
·         Harga sumber produksi
·         Tingkat produksi
·         Ekspetasi /perkiraan

PERMINTAAN

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu di beli oleh konsumen ,pada berbagai tingkat dan harga ,dan pada waktu tertentu.
Ada faktor yang mempengaruhi permintaan :
·         Harga barang itu sendiri
·         Harga barang lain yang berkaitan
·         Tingkat pendapatan
·         Selera konsumen
·         Ekspetasi/permintaan

HUKUM PERMINTAAN  DAN PENAWARAN

HUKUM PENAWARAN
                Hukum penawaran adalah jika semakin tinggi harga barang,jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak.Dan jika semakin rendah harga barang maka jumlah barang yang di tawarkan semakin sedikit.Hukum penawaran mempunyai keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan antara harga barang.Dengan demikin hukum Penawaran berbunyi :
“Semakin tinggi harga,semakin banyak jumlah jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya,semakin rendah tingkat harga,semakin sedikit jumlah barang yang bersedia di tawarkan.”
                Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor yang lain mempengaruhi penawaran tidak berubah.

HUKUM PERMINTAAN

                Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang hukum yang mempunyai hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta.Apabila harga naik maka jumlah brang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat.Dengan demikin hukum permintaan berbunyi :
“Semakin turun tingkat harga,maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta,dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”
                Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus.Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadan atau faktor-faktor selain harga tidak berlaku.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN

 Perilaku konsumen/selera konsumen
Dengan berubahnya selera konsumen atau suatu barang atau jasa tertentu,maka jumlah permintaan barang atau jasa pun berubah.Contoh :permintaan gadget.
·         Pendapatan atau penghasilan konsumen
Apabila pendapatan konsumen bertambah daya beli konsumen semakin meningkat  untuk membeli barang dan jasa.Contoh :Jika seseorang sudah menerima gaji di awal bulan maka tempat perbelanjaan banyak di kunjungi.
·         Perkiraan harga di masa depan
Apabila seseorang konsumen memperkirakan atau mengetahui harga kebutuhan akan naik ,maka konsumen akan membeli lebih banyak sebelum harga naik.Contoh : kenaikan BBM
·         Intensitas kebutuhan konsumen
Jika suatu barang atau jasa sangat dibutuhkan secara mendesak maka jumlah permintaan akan mengalami peningkatan.Contoh : Pada bulan romadhon permintaan buah dan sirup akan meningkat derastis dibandingkan bulan-bulan lalu.

FAKTOR YANG MEMEPENGARUHI PENAWARAN
·         Biaya produksi
Jika biaya produksi  suatu produk sangat tinggi maka mengakibatkan produsen akan menawarkan barang dalam jumlah sedikit dan terbatas.
·         Teknologi
Tingkat kemajuan teknologi perusahaan menentukan kemampuan berproduksi perusahaan tersebut.
·         Pajak
Pajak yang naik akan mengakibatkan harga jual lebih tinggi dan mengakibatkan perusahaan menawarkan lebih sedikit produknya dikarenakan permintaan konsumen lebih sedikit.
·         Harga barang pengganti atau pelengkap
Jika produksi barang pengganti mengalami kenaikan maka produsen akan memproduksi lebih banyak karena konsumen akan beralih ke barang pengganti karena lebih murah.
·         Perkiraan barang di masa depan
Ketika harga jual akan naik dimasa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan meningkatkan produksi  dengan harapan bisa menjual lebih banyak ketika harga produksi naik akibat berbagai faktor.

PENENTUAN HARGA KESEIMBANGAN

                Dalam ilmu ekonomi harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran.Terbentuknya harga kualitan di pasar merupakan harga kesepakatan dengan pembeli dan penjual dimana kualitas yang diminta dan ditawarkan sama besarnya.

CONTOH SOAL  PERMINTAAN DAN PENAWARAN


CONTOH SOAL PERMINTAAN
Pada saat harga Jeruk Rp. 5.000 perKg permintaan akan jeruk tersebut sebanyak  1000Kg, tetapi pada saat harga jeruk meningkat menjadi Rp. 7.000 Per Kg permintaan akan jeruk menurun menjadi  600Kg,  buatlah fungsi permntaannya ?
Pembahasan :
Dari soal diatas diperoleh data :
P1 = Rp. 5.000      Q1 = 1000 Kg
P2 = Rp. 7.000      Q2 = 600 Kg
untuk  menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus persamaan garis melalui dua titik, yakni :
y - y1            x - x1
------    =    --------
y2 - y1         x2 - x1

dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat,
P - P1           Q - Q1
-------    =    --------
P2 - P1         Q2 - Q1

mari kita masukan data diatas kedalam rumus :
    P    -     5.000                     Q - 1000
-----------------------  = ----------------
   7.000 -  5.000                   600 - 1000

           P - 5.000                 Q - 1000
----------------------- = ----------------
             2.000                        -400

 P - 5.000 (-400)    =  2.000 (Q - 1000)
-400P + 2.000.000 = 2000Q - 2.000.000
2000Q = 2000.000 + 2.000.000 - 400P
Q = 1/2000 (4.000.000 - 400P)
Q = 2000 - 0,2P
============
Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintan Qd = 2000 - 0,2P

CONTOH SOAL PENAWARAN
Pada saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual Durian sebanyak 100 buah, dan pada saat harga durian Rp. 4.000 perbuah toko A mampu menjual Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ?
Jawab :
dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :
P1 = 3.000     Q1 = 100 buah
P2 = 4.000     Q2 = 200 buah
Langkah selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a:
 P - P1        Q - Q1
--------  =  --------- 
P2 - P1      Q2 - Q1

    P  - 3.000         Q - 100
--------------  = -------------
4.000 - 3.000      200 - 100

     P - 3.000           Q - 100 
--------------   =  -------------
        1.000                 100

(P - 3.000)(100) = (Q - 100) (1.000)
100P - 300.000  = 1.000Q - 100.000
1.000Q = -300.000 + 100.000 + 100P
1.000Q = -200.000 + 100P
Q = 1/1000 (-200.000 + 100P )
Q = -200 + 0.1P
============
Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -200 + 0,1Pd 




SEMBER :

Minggu, 24 Maret 2013

BAB I. RUANG LINGKUP EKONOMI


RUANG LINGKUP EKONOMI

1.DEFINISI DAN METOLOGI EKONOMI
PENGERTIAN EKONOMI
            Ekonomi pada awalnya berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos dan nomos,oikos yang berarti rumah tangga atau keluarga sedangkan nomos yang berarti hukum,aturan , dan peraturan.Jadi bisa diartikan ekonomi itu adalah manajeman rumah tangga atau aturan rumah tangga.
METOLOGI EKONOMI
            Metologi ekonomi sering di sebut juga The queen of social sciences ,ilmu ekonomi sudah mengembangkan metode kualitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi.Jan Tinbergen salah satu pelopor utama ilmu ekonometri setelah Perang Dunia II, ia yang mengombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi.Sedangkan metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General aquilibrium atau keseimbangan umum yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat dari satu agen ekonomi ke agen yang lain.Dari duam metode tersebut kemudian bisa berkembang pesat sehingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya.
2.MASALAH POKOK EKONOMI DAN PENGARUH MEKANISME HARGA
MASALAH POKOK EKONOMI
            Ada tiga maslah pokok ekonomi yaitu produksi,konsumsi,distribusi.
·         Produksi ,yang menyangkut masalah usaha atau kegiatan menambah atau menciptakan suatu benda.
·         Konsumsi,menyangkut kegiatan menghabiskan dan mengurangi kegunaan suatu benda.
·         Distribusi,menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen.
PENGARUH MEKANISME HARGA
            Krisis finansial pada tahun 2007 telah mengakibatkan perlambatan ekonomi global secara bertahap.Diperkirakan daya beli masyarakat menurun.Banyak pihak yang megatakan krisis hanya bisa terjadi pada negara maju seperti Amerika Serikat.Namun perlu di ketahui sebagian besar negara yang kekuatan pasarnya sedang berkembang atau tumbuh menguasai 60%  pasar ekspor ke Amerika Serikat dan negara maju lainnya.Jadi jika terjadi penurunan permintaan pasti akan berdampak terhadap permintaan barang dari negara-negara sedang bertumbuh.Tentu hal itu menyebabkan menurunnya kinerja berbagai sektor usaha khususnya industri.
3.SISTEM PEREKONOMIAN
SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan untuk suatu negara untuk mengalokasi sumber daya yang dimiliki baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.Perbedaan sistem ekonomi yang satu dengan sistem ekonomi yang lain adalah bagaimana sistem itu mengatasi dan mengatur faktor produksinya.Sistem ekonomi lainnya mengatakan semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah.Selain faktor produksi ,sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasinya.Sebuat perekonomian terencana memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor produksi dan alokasi hasil produksi.Sementara pada perekonomian pasar yang mengatur faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.


SUMBER :